Beranda Budaya Kongres I Kebudayaan Batak Toba akan Dilaksanakan pada 20-22 Oktober 2022 di...

Kongres I Kebudayaan Batak Toba akan Dilaksanakan pada 20-22 Oktober 2022 di Balige

2
0

IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba sudah semakin dekat. Sejumlah kegiatan dan persiapan telah dilakukan, khususnya tentang topik-topik yang akan dibahas dan diputuskan dalam kongres tersebut. Kongres ini dilatarbelakngi perlunya penetapan panduan atau pedoman mengenai kebudayaan akibat perubahan-perubahan yang terjadi akibat pengaruh interaksi global sekarang ini. Sebuah kongres berperan sebagai wadah mendiskusikan dan menetapkan panduan, pedoman atau kaidah untuk dijalankan di masa mendatang. Dengan tema utama Kongres I Kebudayaan Batak Toba, yakni “Penguatan Identitas Budaya di tengah-tengah Interaksi Global”, diharapkan menghasilkan luaran yang dapat diwariskan kepada generasi muda mendatang sebagai modal untuk menghadapi tantangan masa depan.

Kebudayaan sangat beragam dan kaya sehingga diperlukan beberapa kali kongres untuk bisa merumuskan kekayaan kebudayaan itu. Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini difokuskan pada empat topik, yakni (1) Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, (2) Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, (3) Tata Bahasa Batak Toba, dan (4) Film Dokumenter Peninggalan Budaya Batak Toba di Luar Negeri. Pelaksanaan semua topik itu sebenarnya telah mulai dikerjakan berdasarkan hasil penelitian, namun masukan-masukan sangat diperlukan dari peserta kongres sehingga keempat topik itu akan dapat dirampungkan dalam satu tahun setelah pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba untuk dapat didistribusikan sebagai pedoman penulisan aksara, ejaan, tata bahasa, dan benda-benda budaya Batak Toba. Luaran kongres tersebut juga akan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk penulisan kurikulum dan buku ajar di tingkat SD, SMP, dan SMA mengenai bahasa dan aksara Batak Toba. Topik bahasa dan aksara ini dipilih pada kongres pertama karena bahasa memegang peranan penting dalam keberlansungan kebudayaan suatu bangsa.

Dalam rangka mematangkan persiapan penyelenggaraan Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang akan dilaksanakan tanggal 20-22 Oktober 2022 telah dilakukan beberapa tahapan prakongres antara lain: Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik “Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba dan Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba” yang telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) pada tanggal 6 Agustus 2022, di Kampus IAKN Tarutung, Tapanuli Utara. Para peserta baik dari kalangan guru di 6 kabupaten (Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Tengah, dan Dairi) maupun pemerhati bahasa dan aksara Batak telah memberikan masukan-masukan pada pelaksanaan prakongres itu, bahkan ada yang memberikan masukan dan kritikan setelah pelaksanaan prakongres tersebut. Peserta sangat antusias yang dihadiri oleh 400-an peserta.

Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik “Penyusunan Tata Bahasa Batak Toba” juga telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Batak Center tanggal 26-27 September 2022 di Gedung Kemenparkraf, Jakarta. Agar lebih meriah dan mendapat respon yang lebih luas, bukan hanya tentang tata bahasa Batak Toba yang dibicarakan pada prakongres tersebut, melainkan juga mengenai bidang-bidang lain yang berkaitan dengan kebudayaan Batak Toba. Prakongres yang dilaksanakan di Jakarta juga dimeriahkan melalui pelaksanaan Bulan Kebudayaan Batak yang dimulai pada bulan Agustus 2022 yang lalu dengan berbagai perlombaan tentang kebudayaan dan pengumuman pemenang perlombaan disampaikan pada saat penutupan prakongres di malam hari, 27 September 2022. Prakongres di Jakarta sangat meriah apalagi penutupan dihibur oleh para artis ibu kota.

Seyogianya, prakongres dengan topik “Inventarisasi Benda-Benda Budaya Batak di Luar Negeri” akan dilaksanakan tanggal 12-13 Oktober 2022 di Koeln, Jerman, tetapi karena sesuatu hal yang berkenaan dengan dekatnya waktu pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tanggal 20-22 Oktober 2022, panitia bersepakat dengan tim dari luar negeri untuk mengalihkannya menjadi Post-Kongres I Kebudayaan Batak Toba pada bulan November 2022 mendatang.

Sebagai wadah untuk mendiskusikan dan memutuskan berbagai masalah kebahasaan dan aksara Batak Toba yang dikaitkan dengan kebudayaan, Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini juga mengharapkan masukan-masukan dan sekaligus menyampaikan kepada peserta agar dapat berkontribusi dalam merampungkan topik-topik kongres sekaligus menyampaikan kepada seluruh ahli dan pemerthati di mana pun berada untuk turut berpartisipasi menyusun pedoman ejaan bahasa Batak Toba, pedoman akara Batak Toba, dan tata bahasa Batak Toba sehingga bisa terbit secara lengkap satu tahun setelah pelaksanaan kongres, demikian juga film dokumenter benda-benda budaya Batak yang ada di Luar Negeri.

Berkaitan dengan keempat topik dalam kongres, akan dilakukan juga empat tayang bincang (talkshow), yakni (1) tayang bincang para bupati yang masyarakatnya Batak Toba (Bupati Toba, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Samosir, Bupati Dairi, dan Bupati Tapanuli Tengah) untuk mendengarkan program-program mereka dalam mendukung keberlangsungan bahasa dan budaya di daerah masing-masing, (2) tayang bincang para pemuda Batak Toba untuk mendengar pandangan mereka mengenai masa depan bahasa dan budaya Batak Toba di kalangan generasi muda, (3) tayang bincang tokoh lintas agama atau keumatan (HKBP, Katolik, Karismatik, Parmalim, dan Islam) untuk mendengar peran institusi mereka dalam mendukung bahasa dan budaya Batak Toba, dan (4) tayang bincang para ibu rumah tangga untuk mendengarkan pengalaman mereka sebagai lesson learned mengajar anak-anak mereka di kota berbahasa Batak Toba. Semua sesi dalam kongres akan diselingi dengan hiburan dari berbagai sanggar dan atraksi budaya Sihali Aek dari Tipang dan atraksi Parmonsak dari Nagasaribu serta para penyanyi handal dari Kawasan Danau Toba. Sementara itu, pameran UMKM dengan produk lokal juga akan dilaksanakan selama pelaksanaan kongres.

Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara ini didukung oleh Prosus INTEN Jawa Barat, BPODT, Bupati Taput, dan Bupati Toba. Bupati Toba telah menyanggupi melaksanakan tur wisata bagi peserta yang direncanakan berjumlah 350 orang pada hari ketiga, tepatnya tanggal 22 Oktober. Panitia mengharapkan dukungan dari kabupaten lain, kemendikbud, dan lembaga lain yang terkait.

Kongres I Kebudayaan Batak Toba tersebut direncanakan akan dibuka dan diberi arahan oleh tokoh nasional yang berasal dari Batak Toba, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Panitia telah menyampaikan permohonan dan semoga beliau berkenan hadir.

Di akhir perbincangan selepas menghadiri parakongres di Jakarta, Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba Prof. Dr. Robert Sibarani MS, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara, mengajak dan mengundang para pemerhati kebudayaan Batak Toba dan para diaspora Batak Toba di dalam maupun di luar negeri untuk hadir pada kongres tanggal 20-22 Oktober 22 ke Balige sekaligus menikmati keindahan Danau Toba. [Red-03]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here