<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Redaksi IPMINEWS.CO.ID &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<atom:link href="https://www.ipminews.co.id/author/admin_ipmi7918/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<description>Edukatif, Inovatif, dan Informatif</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Oct 2022 01:37:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.1</generator>

<image>
	<url>https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-Ikon-32x32.jpg</url>
	<title>Redaksi IPMINEWS.CO.ID &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sosialisasi Kongres I Kebudayaan Batak Toba kepada Batak Diaspora Dunia: Dari Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali dan Indonesia</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/sosialisasi-kongres-i-kebudayaan-batak-toba-kepada-batak-diaspora-dunia-dari-perancis-oman-amerika-serikat-jerman-rusia-itali-dan-indonesia/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/sosialisasi-kongres-i-kebudayaan-batak-toba-kepada-batak-diaspora-dunia-dari-perancis-oman-amerika-serikat-jerman-rusia-itali-dan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2022 12:55:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tdi_86_411</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID BUDAYA &#124; Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 20-22 Oktober 2022. Sejumlah kegiatan dan persiapan telah dilakukan, khususnya tentang persiapan materi yang akan dibahas dan diputuskan dalam kongres tersebut. Kongres ini dilatarbelakangi telah terjadinya penurunan habatahon ”budaya Batak” sebagai identitas budaya dalam pergaulan dunia sekarang ini. Berdasarkan hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/sosialisasi-kongres-i-kebudayaan-batak-toba-kepada-batak-diaspora-dunia-dari-perancis-oman-amerika-serikat-jerman-rusia-itali-dan-indonesia/">Sosialisasi Kongres I Kebudayaan Batak Toba kepada Batak Diaspora Dunia: Dari Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali dan Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>BUDAYA</strong></span> | Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 20-22 Oktober 2022. Sejumlah kegiatan dan persiapan telah dilakukan, khususnya tentang persiapan materi yang akan dibahas dan diputuskan dalam kongres tersebut. Kongres ini dilatarbelakangi telah terjadinya penurunan habatahon ”budaya Batak” sebagai identitas budaya dalam pergaulan dunia sekarang ini. Berdasarkan hal itu, diperlukan penetapan panduan atau pedoman mengenai kebudayaan untuk mengatasi perubahan-perubahan budaya yang terjadi akibat pengaruh interaksi global. Keluhan penurunan identitas budaya tersebut telah lama disampaikan dalam perbincangan mengenai kebudayaan Batak Toba.</p>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Menyikapi hal itu, direncanakanlah pelaksanaan kongres yang berperan sebagai wadah mendiskusikan dan menetapkan panduan, pedoman atau kaidah untuk dijalankan di masa mendatang terutama untuk generasi muda Batak Toba di mana pun berada, baik di Kawasan Danau Toba sebagai bonapasogit ‘daerah asal’ orang Batak Toba maupun di diaspora nasional dan dunia sebagai parserahan ‘daerah rantau’. Dengan tema Kongres I Kebudayaan Batak Toba, yakni “Penguatan Identitas Budaya di Tengah-Tengah Interaksi Global”, diharapkan menghasilkan luaran yang dapat diwariskan kepada generasi muda mendatang sebagai modal untuk menghadapi tantangan masa depan, demikian disampaikan oleh Prof. Robert Sibarani sebagai Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Batak Toba mengawali sosialisasi Sabtu [8/10/2022].</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Kekayaan dan keberagaman kebudayaan mengharuskan pelaksanaan beberapa kali kongres untuk bisa merumuskan kekayaan habatahon sebagai identitas budaya tersebut. Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini difokuskan pada empat topik, yakni (1) Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, (2) Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, (3) Tata Bahasa Batak Toba, dan (4) Film Dokumenter Peninggalan Budaya Batak Toba di Luar Negeri. Pelaksanaan semua topik itu sebenarnya telah mulai dikerjakan berdasarkan hasil penelitian, namun masukan-masukan sangat diperlukan dari peserta kongres sehingga keempat topik itu akan dapat dirampungkan dalam satu tahun setelah pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba untuk dapat didistribusikan sebagai pedoman penulisan aksara, ejaan, tata bahasa, dan benda-benda budaya Batak Toba.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Luaran kongres tersebut juga akan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk penulisan kurikulum dan buku ajar di tingkat SD, SMP, dan SMA mengenai bahasa dan aksara Batak Toba. Topik mengenai bahasa dan aksara ini dipilih pada kongres pertama karena bahasa memegang peranan penting dalam keberlansungan kebudayaan suatu bangsa. Banyak progam mengenai penguatan identitasi budaya yang diharapkan para perserta sosialisasi Kongres Kebudayaaan Batak Toba, yang dihadiri oleh peserta dari diaspora dunia baik Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali maupun Indonesia  pada tanggal 08 Oktober lalu.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Setelah Ketua Panitia memaparkan latar belakang dan rencana pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba, berturut-turut pembicara lain, yakni Dirut Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Jimmy Panjaitan mendukung pelaksanaan kongres dan mengharapkan agar kebudayaan Batak dapat berperan untuk dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba; Administrator Batak Diaspora Network Global dari Perancis Yetti Aritonang sangat mendukung untuk pelaksanaan kongres terutama dalam rangka melaksanakan kegiatan inventarisasi benda-benda budaya di Eropa dan negara lain; dan Vice-President IDN Ethnic Batak Haposan Situmorang dari Oman menyarankan agar dapat ditindaklanjuti untuk menyusun buka ajar untuk generasi muda baik di Kawasan Danau Toba maupun di Diaspora Batak Dunia. Sosialisasi ini dimoderatori oleh Tigor Tampubolon selaku sekretaris panitia dan Nelson Lumbantoruan selaku bendahara panitia yang memberikan waktu kepada Prof. Bostang Radjagukguk dari Australia menyampaikan pengalamannya membuat program revitalisasi keudayaan Batak, Matias Tamba dari Kanada Amerika Serikat mengharapkan agar bahasa Batak Toba dapat dimanfaatkan sebagai media mentransfer ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu, Roberta Zollo dari Jerman menyampaikan pengalamannya dalam melaksanakan berbagai kegiatan budaya bersama orang-orang Batak di dua organisasi Batak di Hamburg dan program penulisan disertasinya tentang parbuhitan dari pustaha Batak di University of Hamburg, Joshua Lietto dari California Amerika Serikat menyampaikan rencananya dalam 10 bulan ini meneliti bidang antropolinguistik untuk disertasi doktornya dengan topik “Strategi Kebudayaan dalam Pelesarian Bahasa Batak” di University of California  Riverside.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Masing-masing dari Indonesia juga turut menyampaikan pengalaman, dukungan, dan apresiasi pada pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini seperti Prof Gimbal Doloksaribu selaku Ketua Dewan Guru Besar Indonesia (PERGUBI), Alimin Ginting sebagai Ketua Dewan Pengawas Batak Center sekaligus sebagai mantan Ketua BP TCUGGp, Dr, Ronsen Pasaribu sebagai Ketua  Forum Bangso Batak Indonesia, Mian Simanjuntak sebagai Pelaku Pariwisata, Johannes Marbun sebagai pengurus Batak Center, Liasta Karokaro sebagai Ketua Forum Mahasiswa Batak alumni UGM di Jakarta, Chandra Siagian sebagai perancang media promosi dari IAKN, dan Jumri Nahampun sebagai Kepdes Sionom Hudon Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan, Humbahas yang telah berhasil memanfaatkan kontribusi diaspora terutama Pak Haposan Situmorang dari Oman membangun desanya dan mengharapkan perlunya “sentuhan” budaya untuk membangun desa budaya di Kawasan Danau Toba.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, dalam rangka mematangkan persiapan penyelenggaraan Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang akan dilaksanakan tanggal 20-22 Oktober 2022 telah dilakukan beberapa tahapan prakongres antara lain: Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik “Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba dan Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba” yang telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) pada tanggal 6 Agustus 2022, di Kampus IAKN Tarutung, Tapanuli Utara. Para peserta baik dari kalangan guru di 6 kabupaten (Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Tengah, dan Dairi) maupun pemerhati bahasa dan aksara Batak telah memberikan masukan-masukan pada pelaksanaan prakongres itu, bahkan ada yang memberikan masukan dan kritikan demi penyempurnaan setelah pelaksanaan prakongres tersebut. Peserta sangat antusias yang dihadiri oleh 400-an peserta.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik  “Penyusunan Tata Bahasa Batak Toba”  juga telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Batak Center tanggal 26-27 September 2022 di Gedung Kemenparkraf, Jakarta. Agar lebih meriah dan mendapat respon yang lebih luas, bukan hanya tentang tata bahasa Batak Toba yang dibicarakan pada prakongres tersebut, melainkan juga mengenai bidang-bidang lain yang berkaitan dengan kebudayaan Batak Toba. Prakongres yang dilaksanakan di Jakarta juga dimeriahkan melalui pelaksanaan Bulan Kebudayaan Batak yang dimulai pada bulan Agustus 2022 yang lalu dengan berbagai perlombaan tentang kebudayaan dan pengumuman pemenang perlombaan disampaikan pada saat penutupan prakongres di malam hari, 27 September 2022.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Prakongres di Jakarta sangat meriah apalagi penutupan dihibur oleh para artis ibu kota.</div>
<div style="text-align: justify;">Setelah pelaksanaan kongres pada tanggal 20-22 Oktober nanti, Post-Kongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik Inventarisasi Benda-Benda Budaya Batak di Luar Negeri sebagai Transformasi Budaya dari Tradisi Budaya ke Kreativitas Budaya yang akan dilaksanakan di antara tanggal 24 November-08 Desember 2022 di Universitas Koeln, Jerman.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini juga mengharapkan masukan-masukan dan sekaligus menyampaikan kepada peserta agar dapat berkontribusi dalam merampungkan topik-topik kongres sekaligus menyampaikan kepada seluruh ahli dan pemerthati di mana pun berada untuk turut berpartisipasi menyusun Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, Pedoman Akara Batak Toba, dan Tata Bahasa Batak Toba sehingga bisa terbit secara lengkap satu tahun setelah pelaksanaan kongres, demikian juga film dokumenter benda-benda budaya Batak yang ada di Luar Negeri. Para peserta di ruangan (convention) nantinya diharapkan dapat memberikan masukan langsung mengenai topik-topik tersebut dan para pemerhati yang tidak bisa hadir akan diberikan isian dalam bentuk google form untuk disampaikan kepada panitia penyusunan dan publikasi. Khusus untuk publikasi tiga buku tersebut akan diminta kerja sama dengan Penerbit Balai Pustaka, yang telah dijajaki oleh Dr. Adin Bondara dari Perpustakaan RI Jakarta.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Berkaitan dengan keempat topik dalam kongres, akan dilakukan juga empat tayang bincang (talkshow), yakni (1)  tayang bincang para bupati yang masyarakatnya Batak Toba (Bupati Toba, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Samosir, Bupati Dairi, dan Bupati Tapanuli Tengah) untuk mendengarkan program-program mereka dalam mendukung keberlangsungan bahasa dan budaya di daerah masing-masing, (2) tayang bincang para pemuda Batak Toba untuk mendengar pandangan mereka mengenai masa depan bahasa dan budaya Batak Toba di “pundak” generasi muda, (3) tayang bincang tokoh lintas agama atau keumatan (HKBP, Katolik, Karismatik, Parmalim, dan Islam) untuk mendengar peran institusi keagamaan dalam mendukung bahasa dan budaya Batak Toba, dan (4) tayang bincang para ibu rumah tangga untuk mendengarkan pengalaman mereka sebagai lesson learned mengajar anak-anak mereka di kota atau di luar negeri berbahasa Batak Toba. Semua sesi dalam kongres akan diselingi dengan hiburan dari berbagai pertunjukan dari sanggar, peragaan busana, atraksi budaya seperti Sanggar IAKN Tarutung, Atraksi Budaya Sihali Aek Tipang,  dan Atraksi Parmonsak dari Nagasaribu serta para penyanyi handal dari Kawasan Danau Toba. Sementara itu, pameran UMKM dengan produk lokal juga akan dilaksanakan selama pelaksanaan kongres.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara ini didukung oleh Prosus INTEN Jawa Barat, BPODT, Bupati Taput, dan Bupati Toba. Bupati Toba telah menyanggupi melaksanakan tur wisata bagi peserta  yang direncanakan berjumlah 350 orang pada hari ketiga, tepatnya tanggal 22 Oktober. Bupati Tapanuli Utara akan menyampaikan sumbangannya sebesar Rp 50 juta untuk pelaknsaan kongres ini. Panitia mengucapkan terima kasih kepada donatur dan mengharapkan dukungan dari kabupaten lain, kemendikbud, dan lembaga lain yang terkait.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Kongres I Kebudayaan Batak Toba tersebut direncanakan akan dibuka dan diberi arahan oleh tokoh nasional yang berasal dari Batak Toba, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Panitia telah menyampaikan permohonan dan telah mendapat respon yang baik untuk dapat memberikan arahan dan pembukaan dengan penyesuaian pada agenda beliau yang sangat padat.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Di akhir sosialisasi Kongres Kebudayaan tersebut, Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang dilaksanakan kemarin, Prof. Dr. Robert Sibarani MS, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara, mengajak dan mengundang para pemerhati kebudayaan Batak Toba dan para diaspora Batak Toba di dalam maupun di luar negeri untuk hadir pada kongres tanggal 20-22 Oktober 22 ke Balige sekaligus menikmati keindahan Danau Toba dan produk-produk lokal di sekitar Danau Toba. [<span style="color: #ff0000;"><strong>RED 01</strong></span>]</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/sosialisasi-kongres-i-kebudayaan-batak-toba-kepada-batak-diaspora-dunia-dari-perancis-oman-amerika-serikat-jerman-rusia-itali-dan-indonesia/">Sosialisasi Kongres I Kebudayaan Batak Toba kepada Batak Diaspora Dunia: Dari Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali dan Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/sosialisasi-kongres-i-kebudayaan-batak-toba-kepada-batak-diaspora-dunia-dari-perancis-oman-amerika-serikat-jerman-rusia-itali-dan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 09:20:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=498</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba ini merupakan karya monumental karena ensiklopedia ini merupakan yang pertama tentang keberagaman kebudayaan (culture diversity) di kawasan Danau Toba dan disusun secara gotong royong oleh 20 orang kontributor tulisan masing-masing 4 [empat] orang dari Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba beserta 7 [tujuh] orang penyunting teks, fotografer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/">Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<strong><span style="color: #993300;">PENDIDIKAN</span></strong> | Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba ini merupakan karya monumental karena ensiklopedia ini merupakan yang pertama tentang keberagaman kebudayaan (<strong><span style="color: #993300;"><em>culture diversity</em></span></strong>) di kawasan Danau Toba dan disusun secara gotong royong oleh 20 orang kontributor tulisan masing-masing 4 [empat] orang dari Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba beserta 7 [tujuh] orang penyunting teks, fotografer profesional, dan tim data. Penyusunan dan penerbitan ensiklopedia 540 halaman dengan cetakan <strong><span style="color: #993300;"><em>lux</em></span></strong> dan <strong><span style="color: #993300;"><em>full color</em></span></strong> ini didukung dan didanai Balai Pelestarian Nilai Budaya [BPNB] Aceh dengan liputan kerja Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian [LP] USU [Universitas Sumatera Utara] yang melibatkan SDM kontributor dari warga Fakultas Ilmu Budaya USU.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan Danau Toba adalah kawasan <em>Geopark</em> Kaldera Toba yang telah ditetapkan oleh UNESCO [<span style="color: #993300;"><strong><em>United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization</em></strong></span>] sebagai anggota UNESCO Global Geopark pada pertengahan 2020 lalu dengan penekanan pada pentingnya keberagaman budaya (<strong><span style="color: #993300;"><em>culture diversity</em></span></strong>) di samping keberagaman hayati [<span style="color: #993300;"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">bio-diversity</span></em></strong></span>] dan keberagaman kebumian [<span style="color: #993300;"><strong><em>geo-diversity</em></strong></span>].</p>
<p style="text-align: justify;">Keberagaman budaya, kekayaan hayati, dan keindahan alam Kawasan Danau Toba yang menyebar diseluruh kabupaten di sekitar Danau Toba menjadi daya tarik Kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Ada lima suku yakni Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Angkola-Mandailing yang saling terkait dengan benang merah adat budaya dan falsafah hidup yang &#8220;sebagian besar&#8221; terangkum dalam ensiklopedia ini. Ada keterhubungan kebudayaan dan falsafah hidup yang sangat jelas dalam ensiklopedia ini sehingga patut menjadi literatur bernilai untuk keberlanjutan kebudayaan yang perlu diwariskan ke generasi mendatang. Kearifan lokal sebagai falsafah hidup tumbuh secara kuat di tengah-tengah suku-suku sebagai warisan yang berlangsung hingga sekarang melalui transformasi budaya dengan mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain keindahan alam yang tergambar dalam sub toponimi termasuk <span style="color: #993300;"><strong><em>geosite</em></strong></span>, tradisi budaya yang beragam mulai dari daur hidup [kelahiran, perkawinan, kematian], mata pencaharian [masa menanam, merawat, panen], dan tradisi lisan menjadi keindahan kebudayaan yang tidak ternilai harganya untuk tetap direvitalisasi dan dilestarikan oleh semua puak yang ada di kawasan Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan revitalisasi dan pelestarian itu, tradisi budaya yang kini sebagian sudah tidak dipraktikkan lagi, namun menjadi sebuah sejarah penting untuk tetap dilestarikan melalui transformasi budaya dari tradisi budaya ke arah kreativitas budaya. Harus ada tindakan nyata dengan aksi revitalisasi dan pelestarian budaya agar generasi-generasi ke lima puak di kawasan Danau Toba tetap bisa memahami, mencintai, dan mempraktikkan kekayaan budayanya yang sangat indah di masa yang akan datang. Ensiklopedia kebudayaan ini merupakan referensi penting untuk generasi anak-cucu kita di masa mendatang.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-500" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU-300x200.jpg" alt="" width="641" height="427" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU-300x200.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU.jpg 493w" sizes="(max-width: 641px) 100vw, 641px" /></p>
<p><strong>Keterangan Foto:</strong><br />
<span style="color: #993300;">Pemberian Piagam Penghargaan oleh Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek [Irini Dewi Wati, S.S., M.SP.] kepada Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. [Ketua Lembaga Penelitian USU].</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kurator, konsultan, dan editor ensiklopedia ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang terlibat atas kesolidan kerja dengan keterbatasan waktu. Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada BPNB khususnya Ibu Irini Dewi Wati, S.S., M.SP., selaku Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, yang sebelumnya Kepala BPNB dan Plt. Kepala BPN atas dukungannya yang luar biasa. Penghargaan yang tinggi atas kerja sama yang dahsyat dari semua tim yang membuahkan karya monumental ini. Semoga kerja sama ini tetap terjalin di antara kita semua sebagai peneliti budaya, penulis, fotografer, pemerhati budaya yang konsern kepada Kawasan Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena keterbatasan waktu, ensiklopedia ini belumlah sempurna penyajiannya dan karena keterbatasan ruang, ensiklopedia ini belumlah menyajikan semua item kebudayaan di lima suku sehingga belum dapat memuaskan semua harapan pembaca. Namun demikian, kami mengharapkan masukan dari pembaca untuk penyempurnaan ensiklopedia ini pada edisi berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Selamat membaca.</em></strong><br />
<strong>Editor: Prof. Dr. Robert Sibarani</strong><br />
<strong>[Ketua Lembaga Penelitian USU; Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Sumut]</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/">Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswa, Ini Cara Daftar Vaksin Online Paling Mudah Melalui HP</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/siswa-ini-cara-daftar-vaksin-online-paling-mudah-melalui-hp/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/siswa-ini-cara-daftar-vaksin-online-paling-mudah-melalui-hp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2021 06:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tdi_26_5c9</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID BUDAYA &#124; Masyarakat Desa Tipang hingga sekarang masih mempraktikkan tradisi budaya siklus mata pencaharian (livelihood cycle) dan upacara siklus daur hidup (life cycle). Tradisi budaya siklus mata pencaharian pada umumnya dimulai dengan berbagai tahapan pada masa menanam, masa merawat, dan masa memanen hasil pertanian sawah. Tradisi budaya siklus kehidupan dimulai dari berbagai tahapan pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/siswa-ini-cara-daftar-vaksin-online-paling-mudah-melalui-hp/">Siswa, Ini Cara Daftar Vaksin Online Paling Mudah Melalui HP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #993300;"><strong>BUDAYA</strong></span> | Masyarakat Desa Tipang hingga sekarang masih mempraktikkan tradisi budaya siklus mata pencaharian (<span style="color: #800000;"><em>livelihood cycle</em></span>) dan upacara siklus daur hidup (<em><span style="color: #800000;">life cycle</span></em>). Tradisi budaya siklus mata pencaharian pada umumnya dimulai dengan berbagai tahapan pada masa menanam, masa merawat, dan masa memanen hasil pertanian sawah. Tradisi budaya siklus kehidupan dimulai dari berbagai tahapan pada masa kelahiran, masa pernikahan, dan masa kematian. Semua tahapan baik dalam siklus mata pencaharian maupun dalam siklus daur hidup sangat menarik di Desa Tipang dan hampir semua itu ada pada masyarakat Batak Toba di Kawasan Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai kegiatan Desa Binaan, ada satu tradisi budaya yang hanya ada di Desa Tipang dan ritualnya biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober setiap tahun meskipun sekarang ini ada perubahan waktu pelaksanaan karena perubahan musim tanam. Tradisi budaya itu disebut dengan <em><span style="color: #800000;">Ulaon Sihali Aek</span></em> ‘acara pekerja irigasi’. Tradisi budaya yang berkenaan dengan irigasi ini dillaksanakan setiap tahun pada masa usia “padi bunting” untuk mempersiapkan perbaikan irigasi dengan menyemangati pekerja irigasi yang berjumlah 62 orang per irigasi, yang masing-masing untuk <em><span style="color: #800000;">Aek Toba</span></em> ‘Irigasi Toba’ dan <em><span style="color: #800000;">Aek Dolok</span></em> ‘Irigasi Dolok’. Sebagai tradisi budaya, performasnsi <span style="color: #800000;"><em>Ulaon Sihali Aek</em></span> hanya dapat dilakukan pada sekitar bulan Oktober di tempat yang telah ditentukan dan oleh para pekerja irigasi yang diatur oleh kelembangaan tradisional <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em>.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-613" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-1-169x300.jpeg" alt="" width="603" height="1070" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-1-169x300.jpeg 169w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-1-236x420.jpeg 236w" sizes="(max-width: 603px) 100vw, 603px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Melalui konsep transformasi budaya, kreativitas budaya dapat diciptakan atau tercipta melalui tradisi budaya untuk tujuan pelestarian budaya. Penciptaan atraksi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> dapat dimanfaatkan untuk agenda pariwisata untuk Desa Wisata Tipang. Terciptanya atraksi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> tidak akan menghilangkan tradisi budaya <span style="color: #800000;"><em>Sihali Aek</em></span>. Tradisi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> secara simultan dapat berjalan dengan atraksi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> dengan fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Tradisi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> dengan ritualnya itu berfungsi sebagai semangat dan motivasi memperbaiki irigasi dengan mempertahankan pengelolaannya secara baku, alamiah, kontekstual, dan tradisional oleh orang-orang tertentu untuk memberhasilkan pertanian demi meningkatkan hasil pertanian berkat lancarnya irigasi, sedangkan atraksi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> dengan atraksinya berfungsi sebagai daya tarik wisatawan ke Desa Tipang kawasan Danau Toba dengan penampilannya yang fleksibel, artifisial, nonkontektual, dan modern, demikian dirumuskan oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., sebagai Ketua Desa Binaan Tipang dari Universitas Sumatera Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Performansi tradisi budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> yang diinovasikan dan dikreasikan menjadi atraksi budaya tersebut merupakan rangkaian tradisi yang tidak terpisahkan, yakni (1) <em><span style="color: #800000;">panungkunan boni melalui batu siungkapungkapon</span></em> “pemilihan bibit padi”, (2) mempersiapkan <em><span style="color: #800000;">indahan siporhis</span></em> “nasi paling enak seperti tumpeng” untuk (3) acara ritual <span style="color: #800000;"><em>manganhon indahan siporhis</em></span> “makan nasi paling enak seperti tumpeng” agar bersemangat dan berkomitmen untuk (4) <span style="color: #800000;"><em>marsirimpa mangkali</em></span> <em><span style="color: #800000;">aek</span></em> “bergotrong royong memperbaiki irigasi” sehingga hasil pertanian sawah bagus yang ditandai dengan (5) hasil kuliner yang terbuat dari padi seperti <em><span style="color: #800000;">tipatipa</span></em> dan <em><span style="color: #800000;">sasagun</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai inovasi dan kreasi menjadi atraksi budaya dengan konsep kajian tradisi lisan, masing-masing atraksi itu dikemas dengan <em><span style="color: #800000;">tortor</span></em> ‘tarian’ dan <em><span style="color: #800000;">gondang</span></em> ‘gendang’ Batak Toba dengan ciri khas pakaian <em><span style="color: #800000;">ulos</span></em> “kain tradisional” Batak Toba. Penggunaan <em><span style="color: #800000;">tortor</span></em>, <em><span style="color: #800000;">gondang</span></em>, dan <em><span style="color: #800000;">ulos</span></em> membuat atraksi tersebut menjadi lebih menarik dan sekaligus juga berkontribusi merevitalisasi <em><span style="color: #800000;">tortor</span></em>, <span style="color: #800000;"><em>gondang</em></span>, dan <em><span style="color: #800000;">ulos</span></em> dalam komunitas lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kreativitas budaya, pola trdisi budaya mendasari pola atraksi budaya. Hal itu berarti bahwa pola atraksi budaya mengikuti pola tradisi budaya. Empat tradisi budaya dalam rangkaian Tradisi Budaya <span style="color: #800000;"><em>Sihali Aek</em></span> dapat dikreasikan menjadi lima rangkaian atraksi budaya. Tim Atraksi Budaya Tipang akan tampil beberapa hari lagi tepatnya pada hari pertama (20 Oktober) Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba di TB Silalahi Center, Balige, Kabupaaten Toba, demikian disampaikan Ketua Panita Kongres Kebudayaan, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., kepada IPMINEWS.CO.ID Sabtu, [15/10/2022].</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-612" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-300x169.jpeg" alt="" width="604" height="340" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-300x169.jpeg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-1024x576.jpeg 1024w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-768x432.jpeg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-1536x864.jpeg 1536w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-747x420.jpeg 747w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-640x360.jpeg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022-681x383.jpeg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2022/10/Atraksi-Budaya-Sihali-Aek-Tipang-akan-Tampil-Perdana-di-Kongres-I-Kebudayaan-Batak-Toba-tanggal-20-Oktober-2022.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir penjelasannya, Prof. Robert Sibarani menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan Kepala Desa Tipang Juanda Sihombing, Raja Bius Tipang, tokoh masyarakat setempat terutama Lembaga Tradisional <span style="color: #800000;"><em>Sihali Aek</em></span> Desa Tipang, Kroegrafer Perri Sagala, S.Pd, M.Sn., para pemain yang sangat bersemangat, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) USU beserta Tim Desa Binaan Tipang, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan semua pihak yang turut mendukung karena tanpa bantuan mereka, Atraksi Budaya Tipang <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> ini tidak akan tercipta. Sebagai penghargaan, semua pihak yang disebutkan di atas diundang untuk menyaksikan performansi perdana Atraksi Budaya <em><span style="color: #800000;">Sihali Aek</span></em> Tipang tanggal 20 Oktober 2022 sekitar pukul 11.30 WIB mendatang di TB Silalahi Center, Balige. [<span style="color: #ff0000;"><strong>RED 01</strong></span>]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/siswa-ini-cara-daftar-vaksin-online-paling-mudah-melalui-hp/">Siswa, Ini Cara Daftar Vaksin Online Paling Mudah Melalui HP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/siswa-ini-cara-daftar-vaksin-online-paling-mudah-melalui-hp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 07:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota <span style="color: #800000;"><strong><em>UNESCO Global Geopark</em></strong></span> (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan rata-rata kedalaman 505 m, panjang 87 km, dan lebar 27 km. Danau ini berada pada ketinggian 904 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Fokus penetapan <span style="color: #800000;"><strong><em>geopark</em></strong></span> mencakup keberagaman geologis (<em>geo-diversity</em>), keberagaman hayati (<em>bio-diversity</em>), keberagaman budaya (<em>culture-diversity</em>). Pelestarian terhadap ketiga komponen itu menjadi fokus penting sehingga prinsip UNESCO terhadap Kaldera Toba mencakup pelestarian Kaldera Toba, edukasi bagi generasi mendatang, dan pengembangan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 rekomendasi UNESCO untuk pengelolaan Kaldera Toba, yakni (1) pengembangan hubungan antarsesama warisan geologis, (2) pengembangan strategi metodologi dan kriteria untuk menjadi mitra akomodasi, catering, penyedia transportasi, dan produk lokal, (3) perkuat keterlibatan aktivitas jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Global</em></strong></span> dan jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Asia Pasifik</em></strong></span>, (4) pengembangan strategi pendidikan bekerja sama dengan UGG, (5) peningkatan pendidikan mitigasi kerusakan alam dan perubahan iklim di sekolah serta masyarakat setempat, dan (6) perkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat yang dilansir <em>antaranews</em>, Kamis (9/7/2020).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark</em></strong> <strong>Kaldera Toba</strong></span> dikelompokkan menjadi 16 <em>Geosite</em> yang terdapat di tujuh kabupaten Kawasan Danau Toba, yang pada hakikatnya dapat dikembangkan menjadi lebih banyak lagi <em>geosite</em> sesuai dengan pengembangan masing-masing dari 16 <em>geosite</em>, yang diperkirakan menjadi 35 <em>geosite</em>. Pada semua <em>geosite</em> tersebut terdapat tradisi kultural yang mengandung kearifan lokal dan berkaitan dengan keunikan geologis dan hayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai rencana destinasi <em>geoturisme</em> tingkat dunia, <em>geosite</em> Kaldera Toba tersebut diorientasikan menjadi destinasi wisata untuk menambah destinasi wisata yang ada. Berkaitan dengan rekomendasi keenam UNESCO, yakni memperkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat terutama di 16 <em>geosite</em> sebagai destinasi geoturisme dan dalam rangka menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata superpriotiras di Indonesia, masih banyak permasalahan yang perlu dicarikan soslusinya dengan penelitian yang terencana oleh para peneliti yang berkualitas dan bersertifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-490 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg" alt="" width="260" height="365" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra.jpg 798w" sizes="(max-width: 260px) 100vw, 260px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil-hasil penelitian itu perlu disosialisasikan ke masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri melalui berbagai jurnal internasional, baik yang dikirim ke jurnal internasional di luar negeri maupun jurnal internasional di dalam negeri. Menyikapi hal itu dan sekaligus sebagai keseriusan merespon rekomendasi UNESCO, telah “<span style="color: #800000;"><strong>didirikan</strong></span>” <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Toba Caldera</em></strong></span>, yang akan menyimpan, mensosialisasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan <span style="color: #800000;"><strong>Kawasan Danau Toba</strong></span>. Jurnal ini adalah jurnal internasional yang dikelola di dalam negeri dan mengharapkan para peneliti yang melakukan penelitian tentang Danau Toba mengirimkan artikelnya sesuai sistematika di jurnal internasional dan berbahasa Inggris, tentu dengan proses review yang ketat, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. sebagai Ketua Lembaga Penelitian USU ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu (13/10/2021) di sela-sela menghadiri undangan <em><span style="color: #800000;">luring <strong>International Conference “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity”</strong></span></em> di TB Silalahi Center, Balige. Beliau juga sebagai Ketua Dewan Pakar Bidang Budaya pada waktu pengusulan Kaldera Toba ke UNESCO dan Ketua Dewan Pakar untuk semua bidang adalah Dr. RE Nainggolan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Launching dan Bedah Buku “Bukan Menjaring Angin”  Karya Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus Emeritus HKBP)</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/launching-dan-bedah-buku-bukan-menjaring-angin-karya-pdt-dr-darwin-lumbantobing-ephorus-emeritus-hkbp/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/launching-dan-bedah-buku-bukan-menjaring-angin-karya-pdt-dr-darwin-lumbantobing-ephorus-emeritus-hkbp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2021 06:33:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=484</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID HUMANIORA &#124; Buku “Menjaring Angin” karya Pdt Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus Emeritus HKBP) yang dihasilkannya setelah mengakhiri jabatan sebagai Ephorus HKBP. Peluncuran dan bedah buku ini diadakan pada hari Jumat, 08 Oktober 2021 di Aula Fakultas Kedokteran HKBP Nommensen Medan. Sebelum acara peluncuran dan bedah buku ini, dilakukan ibadah terdahulu yang dihadiri ratusan peserta [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/launching-dan-bedah-buku-bukan-menjaring-angin-karya-pdt-dr-darwin-lumbantobing-ephorus-emeritus-hkbp/">Launching dan Bedah Buku “Bukan Menjaring Angin”  Karya Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus Emeritus HKBP)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>HUMANIORA</strong></span> | Buku “<em>Menjaring Angin</em>” karya Pdt Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus Emeritus HKBP) yang dihasilkannya setelah mengakhiri jabatan sebagai Ephorus HKBP. Peluncuran dan bedah buku ini diadakan pada hari Jumat, 08 Oktober 2021 di Aula Fakultas Kedokteran HKBP Nommensen Medan. Sebelum acara peluncuran dan bedah buku ini, dilakukan ibadah terdahulu yang dihadiri ratusan peserta dengan menerapkan prokes yang ketat. Acara ini dilaksanakan dengan sambutan pembukaan oleh Ketua Panitia Kombes Pol. (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara bedah buku ini dilaksanakan dengan mengundang Prof. Dr. Robert Sibarani, MS (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara) dimoderatori oleh Pdt. Wilda Simanjuntak, M.Th. Pada acara yang sangat inspiratif ini, penulis buku Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing lebih dahulu memaparkan isi dan pesan dari buku tersebut dengan menjelaskan 5 poin yakni: a) Jangan memperluas kandang musang, tetapi lakukanlah memperluas kandang ayam, b) <em>to forgive not to forget</em>,  c) <em>blessing in disguise; </em>d) jangan mengerjakan yang sia-sia; e) buku ini sekaligus juga autobiografi penulisnya sampai dengan dengan pengalaman berteologi “memaknai dan hidup bersama Tuhan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengawali paparannya dalam bedah buku tersebut, Prof. Dr. Robert Sibarani, MS mengutip pendapat Henry Ford, seorang pendiri Perusahaan Ford, yang mengatakan bahwa “<em>The whole secret of a successful life is to find out what is one’s destiny to do, and then do it”</em>, yang berarti bahwa rahasia kehidupan yang berhasil adalah dengan lebih dahulu mengetahui apa yang pantas dilakukan oleh seseorang, barulah dia melakukannya dalam bentuk aksi supaya tidak seperti “menjaring angin” tanpa hasil karya nyata. Berkenaan dengan judul buku itu, sekecil apapun yang layak dilakukan, hal itu akan menjadi karya nyata yang dapat dicatat dan diwariskan kepada generasi muda. Itu jauh lebih bagus daripada “berangan-angan” untuk melakukan yang sangat besar seperti banyaknya “angin”, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa bagaikan menjaring angin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hal mencari dan menemukan yang layak dilakukan, Prof. Robert Sibarani mengutip seorang filosof pragmatik David Hume yang mengatakan bahwa diperlukan dua pertimbangan yang saling mengisi sebelum melakukan sesuatu, yakni menimbang-nimbang dengan “pikiran” dengan menggunakan kecerdasan intelektual dan menimbang-nimbang dengan “hati” dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual bekerja untuk menghitung-hitung kelayakan melakukan sesuatu agar berhasil, sedangkan kecerdasan emosional bekerja untuk merasakan dan mengevaluasi apakah bagus dan sesuai melakukan hal itu. Pertimbangan melalui <em>mind </em>‘pikiran’, lalu masuk ke <em>heart</em> ‘hati’ sangat perlu apabila kita hendap melakukan <em>action </em>‘tindakan’.  diskusikan dengan sahabat kita dan yang mendukungnya lalu kita lakukan aksi untuk melakukannya. Dan secara filosofi ada dua pertimbangan dengan <em>mind </em> dan perasaan lalu melakukan <em>action</em> ‘aksi’ agar tidak pekerjaan yang seperti “menjaring angin”.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku <em>Bukan Menjaring Angin</em> yang ditulis dengan baik secara naratif dan fenomenologis ini memiliki dua pesan penting untuk diri sendiri, para generasi sekarang, dan generasi muda. Pertama, memberikan catatan yang menyebut dan menjelaskan pekerjaan penting yang telah kita lakukan. Kedua,  mengingatkan kita dan memotivasi generasi muda untuk mencatat dan menjelaskan bahwa perlu ada aksi sebagai karya nyata dalam hidup kita untuk kita wariskan kepada generasi selanjutnya. Penulis buku ini mencontohkannya dalam perjalanan dan pergumulan hidupnya yang akan lebih nyata jika diinterpretasi secara fenomenologis.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam paparannya lebih lanjut, Prof. Robert Sibarani mengatakan bahwa ada tiga petuah yang didapatkannya baik dari membaca buku ditambah dari paparan penulisnya pada acara bedah buku itu, yakni  “3 kata jangan”, 1) Jangan membalas omongan orang lain ketika kamu sedang marah. Balasan di kala marah bisa mengakibatkan konflik atau sakit hati. 2) Jangan berjanji ketika kamu sedang bahagia. Janji pada masa seperti itu bisa membuat orang lain “<em>tarhirim</em>” atau kecewa karena belum tentu terpenuhi ketika pada masa perasaan normal.  3) Jangan mengambil keputusan ketika kamu sedang merasa sedih. Keputusan seperti itu bisa mencerminkan keputusasaan. Semua tiga jangan tersebut dapat dilakonkan dan “dibungkus” penulisnya dalam buku tesebut, yang dapat diinterpretasi dan dipahami secara fenomenologis.</p>
<p style="text-align: justify;">Prof. Robert Sibarani lebih lanjut mengatakan bahwa buku <em>Bukan Menjaring Angin</em> mengingatkan kita untuk tidak hanya mengtahui sesuatu yang baik (<em>knowing the good</em>) atau hanya mencintai sesuatu yang baik (<em>loving the good</em>), melainkan harus sampai melakukan yang baik (<em>doing the good</em>) sebagaimana yang disampaikan oleh ahli pembentukan karakter Thomas Lickona. Pendapat itu pada hakikatnya sudah diingatkan oleh filosof ternama Aristotels jauh sebelumnya dengan istilah <em>“logos, pathos, </em>dan<em> ethos</em>” dengan modifikasi yang dilakukan oleh para ahli pendidikan dengan istilah “kognitif, afektif, dan psikomotorik”.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-486 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/Launching-dan-Bedah-Buku-Bukan-Menjaring-Angin--300x167.jpg" alt="" width="478" height="266" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/Launching-dan-Bedah-Buku-Bukan-Menjaring-Angin--300x167.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/Launching-dan-Bedah-Buku-Bukan-Menjaring-Angin-.jpg 602w" sizes="(max-width: 478px) 100vw, 478px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhir paparannya, Prof. Robert Sibarani menyarankan bahwa buku <em>Bukan Menjaring Angin </em>perlu kita baca untuk menemukan sesuatu yang berharga dalam hidup kita. Demikian dituliskan dan disampaikan Prof Robert Sibarani ke <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> (08/10/2021) setelah acara pemberian <em>ulos </em>oleh panitia dan foto bersama.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/launching-dan-bedah-buku-bukan-menjaring-angin-karya-pdt-dr-darwin-lumbantobing-ephorus-emeritus-hkbp/">Launching dan Bedah Buku “Bukan Menjaring Angin”  Karya Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus Emeritus HKBP)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/launching-dan-bedah-buku-bukan-menjaring-angin-karya-pdt-dr-darwin-lumbantobing-ephorus-emeritus-hkbp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 11:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=480</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan tidak menjadi kendala dalam melaksanakan Webinar Nasional dan Rapat Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Wilayah Barat. Kegiatan ini dilangsungkan secara daring pada hari Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Hidayat, MP dengan judul “Peningkatan Kerja Sama Forpimpas” dan Prof. Dr. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/">FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan tidak menjadi kendala dalam melaksanakan <span style="color: #800000;"><strong>Webinar Nasional</strong></span> dan Rapat Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Wilayah Barat. Kegiatan ini dilangsungkan secara daring pada hari Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Hidayat, MP dengan judul “<span style="color: #800000;"><strong>Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</strong></span>” dan Prof. Dr. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D dengan judul “<span style="color: #800000;"><strong>Internasionalisasi Pascasarjana: Peluang dan Tantangan</strong></span>”. Kegiatan ini dibuka dibuka oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, MS selaku Ketua FORPIMPAS Wilayah Barat dan Prof. Dr. Zulkaranain, SE., MM selaku Pembina FORPIMPAS Wilayah Barat. Kegiatan ini di hadiri oleh perwakilan anggota FORPIMPAS dengan sekitar 28 pengelenggara pascasarjana di universitas negeri pada Wilayah Barat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua FORPIMPAS Wilayah Barat Prof. Dr. Robert Sibarani, MS menyampaikan bahwa pertemuan FORPIMPAS ini merupakan momen yang sangat penting yang dapat memberikan makna untuk meningkatkan pendidikan khususnya pascasarjana di Indonesia melalui kerja sama dan internasionalisasi pascasarjana sesuai dengan tema para narasumber.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Webinar</strong></span> dilanjutkan dengan rapat dalam membahas program kerja yang akan dilaksanakan dengan berakhirnya pengurus FORPIMPAS tahun ini. Rapat menyepakati bahwa rakerda dan pemilihan pengurus baru akan dilaksanakan secara luring antara tanggal 30 Oktober atau 13 November 2021 di Batam. Jika tidak memungkinkan secara luring, rakerda dan pemilihan pengurus akan dilakukan secara daring pada bulan November 2021 sebelum masa berakhirnya kepengurusan FORPIMPAS sekarang ini. Demikian diinformasikan ketika berbincang-bincang <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Kamis (01/10/2021).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/">FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 09:27:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=429</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran penelitian dalam satu bidang ilmu dengan dibantuk oleh asosiasi bidang ilmu tersebut, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu [29/09/2021].</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor Robert Sibarani lebih lanjut mengatakan bahwa <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Anthropolinguistics</em></strong></span> telah “didirikan” dengan dukungan para peminat bidang antropolinguistik baik mahasiswa pascasarjana, dosen maupun peneliti dari seluruh Indonesia. Antropolinguistik adalah bidang interdisiplin yang mempelajari bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mempelajari kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mempelajari bidang-bidang lain dalam kerangka kerja bersama linguistik dan antropologi. Jurnal internasional ini diharapkan dapat dikelola secara baik dengan dukungan pengiriman artikel dari peminat dan peneliti bidang antropolinguistik. Penerbitan jurnal ini juga didukung oleh <span style="color: #800000;"><strong>Forum Antropolinguistik Indonesia (AAI)</strong></span>, yang secara aktif mengadakan webinar tentang antropolinguistik. Makalah-makalah dalam seminar itu juga sebagian dimuat pada jurnal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jurnal ini, lanjutnya, mesti dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional di kemudian hari. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelola <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of anthropolinguistics</em></strong></span> yang dikelola dan diterbitkan <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> ini membutuhkan artikel untuk kelancaran penerbitannya. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi sebidang baik dalam negeri maupun luar negeri sangat penting untuk pengeloaan jurnal ini. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, demikian Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 21:57:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=413</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT &#124; Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat. Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT</strong></span> | Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan atau dibiayai oleh kampus almamater mereka. Hal ini tercermin dari data Litbang FKDP bahwa, 74,5% belum pernah mendapat pengalaman bantuan hibah pengabdian masyarakat, sedangkan sisanya (25,5%) sudah memiliki pengalaman mendapatkan bantuan hibah.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-415 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png" alt="" width="373" height="154" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-768x317.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1019x420.png 1019w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-640x264.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-681x281.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1021x422.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1.png 1024w" sizes="(max-width: 373px) 100vw, 373px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila di gali lebih lanjut, sumber hibah pengabdian masyarakat dosen banyak bersumber dari Kementerian (Dikti maupun Diktis) yang mencapai 60%, sisanya mereka pernah mendapat kepercayaan hibah pengabdian dari Pemerintah Propinsi (4%), Pemerintah Desa dan Perusahaan (masing-masing 6%), lainnya berasal dari internal kampus.</p>
<figure id="attachment_416" aria-describedby="caption-attachment-416" style="width: 346px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-416" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png" alt="" width="346" height="196" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-768x436.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-740x420.png 740w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-640x363.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-681x386.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-1021x580.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1.png 1024w" sizes="(max-width: 346px) 100vw, 346px" /><figcaption id="caption-attachment-416" class="wp-caption-text">Grafik Sumber Pendanaan Pengabdian Masyarakat</figcaption></figure>
<p>Dengan demikian, maka terlihat potret pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen lebih banyak dilakukan secara mandiri, dan sebagian kecil didukung secara finansial oleh kampus almamater mereka. Sedangkan akses dan dukungan pendanaan sebagian besar dari Dikti mupun Diktis. Menarik dicermati, dari data di atas adalah Sinergi antara PT dengan Pemerintah Desa dan Perusahaan masih belum kuat (ada 6% Dosen yang mendapat kepercayaan pendanaan dari Pemerintah Desa dan CSR).</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kampus di Indonesia dalam peningkatan kualitas program pengabdian kepada masyarakat. Kurangnya daya dukung kampus, lemahnya sinergi berbagai pihak, serta bagaimana para dosen di Indonesia masih ‘berjuang secara mandiri’ baik tenaga maupun finansial perlu menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pintu solusi yang bisa dilakukan adalah mengembangkan Kurikulum Kampus Merdeka, serta mendorong sinergi multi pihak untuk membuka ruang akses yang lebih terbuka bagi para dosen di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dengan memerkuat sinergi semua pihak, baik lembaga perguruan tinggi, pemerintah (mulai pemerintah desa – pemerintah pusat), maupun perusahaan. Bila hal ini terwujud, maka problem masyarakat akan dapat diurai satu demi satu dan perubahan yang lebih baik dalam masyarakat kan terwujud. Semoga. [fkdp]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 13:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=360</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal kita, kemudian dibaca oleh masyarakat dunia melalui jurnal kita. Atas dasar itu, perbanyakan jurnal internasional di dalam negeri perlu dilakukan, tentu juga harus menjaga kualitasnya, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Selasa (28/09/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Profesor Robert Sibarani mengatakan, paling tidak ada dua hal penting yang menguntungkan apabila kita membangun jurnal internasional di dalam negeri. Pertama, ide original dari hasil penelitian anak bangsa tidak dicuri oleh pihak-pihak luar sehingga dapat dipergunakan oleh bangsa sendiri. Kedua, uang kita tidak pergi ke luar negeri karena para peneliti mengirimkan artikel dengan berbayar, tetapi uang kita berputar di dalam negeri. Memang, setiap jurnal harus dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, sejak saya dipercaya oleh Rektor USU sebagai Ketua LP USU (Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara-<em>red</em>), saya berpikir untuk menginisiasi untuk membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>, yang sudah terbit perdana volume 1 pada bulan September 2021 ini dan volume 2 akan terbit di Januari 2022. Kita membutuhkan artikel dari berbagai universitas atau institusi, yang menurut aturan paling sedikit enam puluh persen berasal dari luar universitas pemilik jurnal tersebut. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi dalam negeri dan luar negeri sangat penting untuk pengelolaan jurnal. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola oleh Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU bertujuan untuk mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah dan untuk masuk pada dunia modernits dari kekayaan kearifan lokal yang ada di tradisi kita”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2021 13:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=319</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian USU.</p>
<p style="text-align: justify;">Disela-sela kesibukannya, Senin (27/09/2021), <span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya telah merintis 5 jurnal dengan penerbit <strong><span style="color: #800000;">IPMI <em>Publisher</em></span></strong> dan sejak saya dipercaya sebagai Ketua LP (Lembaga penelitian-<em>red</em>) maka berpikir untuk menginisiasi membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>”, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dia menjelaskan kelima jurnal di <strong><span style="color: #800000;">IPMI</span> <em>Publisher</em></strong> yaitu <span style="color: #800000;"><em><strong>Journal of Anthropolinguistics</strong></em></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Oral Traditions</em></strong></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Community Empowerment</em></strong></span>,<span style="color: #800000;"><strong><em> Journal of Toba Caldera</em></strong></span> dan <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Local Wisdom</em></strong></span>. “5 jurnal dikelola <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> merupakan rintisan saya sebagai wadah publikasi ilmiah bagi pihak-pihak yang ingin berkarya”, jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU, salah satu tujuannya adalah mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-321 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg 212w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-297x420.jpg 297w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1.jpg 623w" sizes="(max-width: 212px) 100vw, 212px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-322 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-323 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg 218w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3.jpg 288w" sizes="(max-width: 218px) 100vw, 218px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-324 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg" alt="" width="213" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg 213w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US.jpg 255w" sizes="(max-width: 213px) 100vw, 213px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-325 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg 206w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-288x420.jpg 288w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-640x932.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-681x992.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1.jpg 683w" sizes="(max-width: 206px) 100vw, 206px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-326 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/268 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: www.ipminews.co.id @ 2022-12-28 04:23:45 by W3 Total Cache
-->