<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PERGURUAN TINGGI &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<atom:link href="https://www.ipminews.co.id/category/perguruantinggi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<description>Edukatif, Inovatif, dan Informatif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Dec 2021 09:22:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.0</generator>

<image>
	<url>https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-Ikon-32x32.jpg</url>
	<title>PERGURUAN TINGGI &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2021 09:20:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=498</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba ini merupakan karya monumental karena ensiklopedia ini merupakan yang pertama tentang keberagaman kebudayaan (culture diversity) di kawasan Danau Toba dan disusun secara gotong royong oleh 20 orang kontributor tulisan masing-masing 4 [empat] orang dari Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba beserta 7 [tujuh] orang penyunting teks, fotografer [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/">Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<strong><span style="color: #993300;">PENDIDIKAN</span></strong> | Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba ini merupakan karya monumental karena ensiklopedia ini merupakan yang pertama tentang keberagaman kebudayaan (<strong><span style="color: #993300;"><em>culture diversity</em></span></strong>) di kawasan Danau Toba dan disusun secara gotong royong oleh 20 orang kontributor tulisan masing-masing 4 [empat] orang dari Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak, Simalungun, dan Toba beserta 7 [tujuh] orang penyunting teks, fotografer profesional, dan tim data. Penyusunan dan penerbitan ensiklopedia 540 halaman dengan cetakan <strong><span style="color: #993300;"><em>lux</em></span></strong> dan <strong><span style="color: #993300;"><em>full color</em></span></strong> ini didukung dan didanai Balai Pelestarian Nilai Budaya [BPNB] Aceh dengan liputan kerja Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara yang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian [LP] USU [Universitas Sumatera Utara] yang melibatkan SDM kontributor dari warga Fakultas Ilmu Budaya USU.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan Danau Toba adalah kawasan <em>Geopark</em> Kaldera Toba yang telah ditetapkan oleh UNESCO [<span style="color: #993300;"><strong><em>United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization</em></strong></span>] sebagai anggota UNESCO Global Geopark pada pertengahan 2020 lalu dengan penekanan pada pentingnya keberagaman budaya (<strong><span style="color: #993300;"><em>culture diversity</em></span></strong>) di samping keberagaman hayati [<span style="color: #993300;"><strong><em><span style="text-decoration: underline;">bio-diversity</span></em></strong></span>] dan keberagaman kebumian [<span style="color: #993300;"><strong><em>geo-diversity</em></strong></span>].</p>
<p style="text-align: justify;">Keberagaman budaya, kekayaan hayati, dan keindahan alam Kawasan Danau Toba yang menyebar diseluruh kabupaten di sekitar Danau Toba menjadi daya tarik Kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Ada lima suku yakni Toba, Simalungun, Karo, Pakpak, dan Angkola-Mandailing yang saling terkait dengan benang merah adat budaya dan falsafah hidup yang &#8220;sebagian besar&#8221; terangkum dalam ensiklopedia ini. Ada keterhubungan kebudayaan dan falsafah hidup yang sangat jelas dalam ensiklopedia ini sehingga patut menjadi literatur bernilai untuk keberlanjutan kebudayaan yang perlu diwariskan ke generasi mendatang. Kearifan lokal sebagai falsafah hidup tumbuh secara kuat di tengah-tengah suku-suku sebagai warisan yang berlangsung hingga sekarang melalui transformasi budaya dengan mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain keindahan alam yang tergambar dalam sub toponimi termasuk <span style="color: #993300;"><strong><em>geosite</em></strong></span>, tradisi budaya yang beragam mulai dari daur hidup [kelahiran, perkawinan, kematian], mata pencaharian [masa menanam, merawat, panen], dan tradisi lisan menjadi keindahan kebudayaan yang tidak ternilai harganya untuk tetap direvitalisasi dan dilestarikan oleh semua puak yang ada di kawasan Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan revitalisasi dan pelestarian itu, tradisi budaya yang kini sebagian sudah tidak dipraktikkan lagi, namun menjadi sebuah sejarah penting untuk tetap dilestarikan melalui transformasi budaya dari tradisi budaya ke arah kreativitas budaya. Harus ada tindakan nyata dengan aksi revitalisasi dan pelestarian budaya agar generasi-generasi ke lima puak di kawasan Danau Toba tetap bisa memahami, mencintai, dan mempraktikkan kekayaan budayanya yang sangat indah di masa yang akan datang. Ensiklopedia kebudayaan ini merupakan referensi penting untuk generasi anak-cucu kita di masa mendatang.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-500" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU-300x200.jpg" alt="" width="641" height="427" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU-300x200.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/12/Pemberian-Piagam-Penghargaan-oleh-Direktur-Perlindungan-Kebudayaan-Ditjen-Kebudayaan-Kemendikbudristek-Irini-Dewi-Wati-SS-M.SP-kepada-Prof.-Dr.-Robert-Sibarani-MS-Ketua-Lembaga-Penelitian-USU.jpg 493w" sizes="(max-width: 641px) 100vw, 641px" /></p>
<p><strong>Keterangan Foto:</strong><br />
<span style="color: #993300;">Pemberian Piagam Penghargaan oleh Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek [Irini Dewi Wati, S.S., M.SP.] kepada Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. [Ketua Lembaga Penelitian USU].</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai kurator, konsultan, dan editor ensiklopedia ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang terlibat atas kesolidan kerja dengan keterbatasan waktu. Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada BPNB khususnya Ibu Irini Dewi Wati, S.S., M.SP., selaku Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, yang sebelumnya Kepala BPNB dan Plt. Kepala BPN atas dukungannya yang luar biasa. Penghargaan yang tinggi atas kerja sama yang dahsyat dari semua tim yang membuahkan karya monumental ini. Semoga kerja sama ini tetap terjalin di antara kita semua sebagai peneliti budaya, penulis, fotografer, pemerhati budaya yang konsern kepada Kawasan Danau Toba.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena keterbatasan waktu, ensiklopedia ini belumlah sempurna penyajiannya dan karena keterbatasan ruang, ensiklopedia ini belumlah menyajikan semua item kebudayaan di lima suku sehingga belum dapat memuaskan semua harapan pembaca. Namun demikian, kami mengharapkan masukan dari pembaca untuk penyempurnaan ensiklopedia ini pada edisi berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Selamat membaca.</em></strong><br />
<strong>Editor: Prof. Dr. Robert Sibarani</strong><br />
<strong>[Ketua Lembaga Penelitian USU; Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Sumut]</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/">Ensiklopedia Kebudayaan Kawasan Danau Toba Telah Terbit</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/ensiklopedia-kebudayaan-kawasan-danau-toba-telah-terbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 07:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota <span style="color: #800000;"><strong><em>UNESCO Global Geopark</em></strong></span> (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan rata-rata kedalaman 505 m, panjang 87 km, dan lebar 27 km. Danau ini berada pada ketinggian 904 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Fokus penetapan <span style="color: #800000;"><strong><em>geopark</em></strong></span> mencakup keberagaman geologis (<em>geo-diversity</em>), keberagaman hayati (<em>bio-diversity</em>), keberagaman budaya (<em>culture-diversity</em>). Pelestarian terhadap ketiga komponen itu menjadi fokus penting sehingga prinsip UNESCO terhadap Kaldera Toba mencakup pelestarian Kaldera Toba, edukasi bagi generasi mendatang, dan pengembangan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 rekomendasi UNESCO untuk pengelolaan Kaldera Toba, yakni (1) pengembangan hubungan antarsesama warisan geologis, (2) pengembangan strategi metodologi dan kriteria untuk menjadi mitra akomodasi, catering, penyedia transportasi, dan produk lokal, (3) perkuat keterlibatan aktivitas jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Global</em></strong></span> dan jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Asia Pasifik</em></strong></span>, (4) pengembangan strategi pendidikan bekerja sama dengan UGG, (5) peningkatan pendidikan mitigasi kerusakan alam dan perubahan iklim di sekolah serta masyarakat setempat, dan (6) perkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat yang dilansir <em>antaranews</em>, Kamis (9/7/2020).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark</em></strong> <strong>Kaldera Toba</strong></span> dikelompokkan menjadi 16 <em>Geosite</em> yang terdapat di tujuh kabupaten Kawasan Danau Toba, yang pada hakikatnya dapat dikembangkan menjadi lebih banyak lagi <em>geosite</em> sesuai dengan pengembangan masing-masing dari 16 <em>geosite</em>, yang diperkirakan menjadi 35 <em>geosite</em>. Pada semua <em>geosite</em> tersebut terdapat tradisi kultural yang mengandung kearifan lokal dan berkaitan dengan keunikan geologis dan hayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai rencana destinasi <em>geoturisme</em> tingkat dunia, <em>geosite</em> Kaldera Toba tersebut diorientasikan menjadi destinasi wisata untuk menambah destinasi wisata yang ada. Berkaitan dengan rekomendasi keenam UNESCO, yakni memperkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat terutama di 16 <em>geosite</em> sebagai destinasi geoturisme dan dalam rangka menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata superpriotiras di Indonesia, masih banyak permasalahan yang perlu dicarikan soslusinya dengan penelitian yang terencana oleh para peneliti yang berkualitas dan bersertifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" class=" wp-image-490 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg" alt="" width="260" height="365" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra.jpg 798w" sizes="(max-width: 260px) 100vw, 260px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil-hasil penelitian itu perlu disosialisasikan ke masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri melalui berbagai jurnal internasional, baik yang dikirim ke jurnal internasional di luar negeri maupun jurnal internasional di dalam negeri. Menyikapi hal itu dan sekaligus sebagai keseriusan merespon rekomendasi UNESCO, telah “<span style="color: #800000;"><strong>didirikan</strong></span>” <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Toba Caldera</em></strong></span>, yang akan menyimpan, mensosialisasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan <span style="color: #800000;"><strong>Kawasan Danau Toba</strong></span>. Jurnal ini adalah jurnal internasional yang dikelola di dalam negeri dan mengharapkan para peneliti yang melakukan penelitian tentang Danau Toba mengirimkan artikelnya sesuai sistematika di jurnal internasional dan berbahasa Inggris, tentu dengan proses review yang ketat, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. sebagai Ketua Lembaga Penelitian USU ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu (13/10/2021) di sela-sela menghadiri undangan <em><span style="color: #800000;">luring <strong>International Conference “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity”</strong></span></em> di TB Silalahi Center, Balige. Beliau juga sebagai Ketua Dewan Pakar Bidang Budaya pada waktu pengusulan Kaldera Toba ke UNESCO dan Ketua Dewan Pakar untuk semua bidang adalah Dr. RE Nainggolan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 11:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=480</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan tidak menjadi kendala dalam melaksanakan Webinar Nasional dan Rapat Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Wilayah Barat. Kegiatan ini dilangsungkan secara daring pada hari Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Hidayat, MP dengan judul “Peningkatan Kerja Sama Forpimpas” dan Prof. Dr. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/">FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan tidak menjadi kendala dalam melaksanakan <span style="color: #800000;"><strong>Webinar Nasional</strong></span> dan Rapat Pimpinan Pascasarjana (FORPIMPAS) Wilayah Barat. Kegiatan ini dilangsungkan secara daring pada hari Kamis, 30 September 2021 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Hidayat, MP dengan judul “<span style="color: #800000;"><strong>Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</strong></span>” dan Prof. Dr. Ir. T. Sabrina, M.Agr.Sc., Ph.D dengan judul “<span style="color: #800000;"><strong>Internasionalisasi Pascasarjana: Peluang dan Tantangan</strong></span>”. Kegiatan ini dibuka dibuka oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, MS selaku Ketua FORPIMPAS Wilayah Barat dan Prof. Dr. Zulkaranain, SE., MM selaku Pembina FORPIMPAS Wilayah Barat. Kegiatan ini di hadiri oleh perwakilan anggota FORPIMPAS dengan sekitar 28 pengelenggara pascasarjana di universitas negeri pada Wilayah Barat Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua FORPIMPAS Wilayah Barat Prof. Dr. Robert Sibarani, MS menyampaikan bahwa pertemuan FORPIMPAS ini merupakan momen yang sangat penting yang dapat memberikan makna untuk meningkatkan pendidikan khususnya pascasarjana di Indonesia melalui kerja sama dan internasionalisasi pascasarjana sesuai dengan tema para narasumber.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong>Webinar</strong></span> dilanjutkan dengan rapat dalam membahas program kerja yang akan dilaksanakan dengan berakhirnya pengurus FORPIMPAS tahun ini. Rapat menyepakati bahwa rakerda dan pemilihan pengurus baru akan dilaksanakan secara luring antara tanggal 30 Oktober atau 13 November 2021 di Batam. Jika tidak memungkinkan secara luring, rakerda dan pemilihan pengurus akan dilakukan secara daring pada bulan November 2021 sebelum masa berakhirnya kepengurusan FORPIMPAS sekarang ini. Demikian diinformasikan ketika berbincang-bincang <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Kamis (01/10/2021).</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/">FORPIMPAS Wilayah Barat Laksanakan Webinar Nasional: Peningkatan Kerja Sama Forpimpas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/forpimpas-wilayah-barat-laksanakan-webinar-nasional-peningkatan-kerja-sama-forpimpas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 04:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=470</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT &#124; Desa Tipang secara administratif berada di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera. Desa Tipang berdekatan dengan beberapa daerah di Kawasan Danau Toba yang berada di sekitarnya, yakni Desa Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Desa Janji Raja (Kabupaten Samosir), dan Kecamata Muara (Kabupaten Tapanuli Utara). Desa Tipang yang indah panoramanya di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/">Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT</strong></span> | Desa Tipang secara administratif berada di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera. Desa Tipang berdekatan dengan beberapa daerah di Kawasan Danau Toba yang berada di sekitarnya, yakni Desa Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Desa Janji Raja (Kabupaten Samosir), dan Kecamata Muara (Kabupaten Tapanuli Utara). Desa Tipang yang indah panoramanya di pinggir Danau Toba ditempati oleh tujuh marga yang sering disebut dengan “<span style="color: #800000;"><em><strong>Bius Tipang Sipitu Marga</strong></em></span>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Desa Bakkara didiami oleh enam asal marga maka disebut juga desa “<span style="color: #800000;"><em><strong>Sionom Ompu</strong></em></span>”. Desa Janji Raja didiami oleh 8 asal marga yang disebut juga “<span style="color: #800000;"><strong><em>Bius Siualu Marga</em></strong></span>”, dan Muara ditempati oleh 5 marga sehingga disebut “<span style="color: #800000;"><strong><em>Bius Silima Ompu</em></strong></span>”. Sebelum masa Kemerdekaan Republik Indonesia, masing-masing bius itu itu dipimppin oleh Raja Bius.</p>
<p style="text-align: justify;">Bius Tipang ‘Desa Tipang’ memiliki 26 huta ‘kampung’ yang menjadi tempat tinggal dan sekaligus asal penduduk ketujuh marga di desa tersebut. Ketujuh marga itu adalah keturuan Raja Sumba, yakni Toga Simamora dan Toga Sihombing. Ada 3 anak Toga Simamora, yakni Purba, Manalu, dan Debataraja dan ada 4 anak Toga Sihombing, yakni Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit. Hingga sekarang Kelembagaan Bius Tipang merupakan wakil dari 7 marga tersebut dan yang diangkat menjadi Raja Bius secara <span style="color: #800000;"><strong><em>primus interpares</em></strong></span> adalah anak pertama Toga Simamora dan anak pertama Toga Sihombing. Raja Bius Tipang adalah <span style="color: #800000;"><strong><em>duet Parsanggul Baringin</em></strong></span> yang berasal dari marga Purba dengan Raja Oloan yang berasal dari Marga Silaban.</p>
<p style="text-align: justify;">Huta ‘kampung’ merupakan elemen dasar dalam sistem kelembagaan masyarakat Batak Toba. Sebagai elemen dasar kelambagaan di setiap huta dikenal dengan “<span style="color: #800000;"><strong><em>Raja Huta</em></strong></span>”, yang bertanggung jawab dan mewakili aspirasi keseluruhan huta. Huta biasanya terdiri atas 8-10 rumah yang posisinya berjejer atau berhadap-hadapan dan ada di tengahnya halaman. Huta biasanya memiliki karakteristik tersendiri di kawasan Danau Toba, yakni dikelilingi oleh bambu ataupun pepohonan sebagai pembatas antar huta yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Huta</em></strong></span> memiliki pintu masuk dan pintu keluar dari <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> tersebut. Di Desa Tipang, pintu masuk <span style="color: #800000;"><strong><em>hut</em></strong></span>a tersebut mengahadap ke gunung, tentu posisi pintu masuk ini memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakatnya, sedangkan di daerah lain seperti di Toba Holbung, jalan masuknya huta biasanya mengarah ke Timur, dan jalan keluarnya mengarah ke Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Desa Tipang terdiri atas 26 huta ‘kampung’ sebagai tempat tinggal tradisional dari 7 marga di desa Tipang, tetapi beberapa huta telah diberikan kepada marga pendatang yang memiliki hubungan dengan mereka. Di samping itu, rumah-rumah baru sudah banyak dibangun di luar huta seperti rumah-rumah yang dibangun di pinggir jalan dengan berbagai alasan. Rumah-rumah yang baru dibangun pun sudah rumah model baru, tidak lagi model rumah tradisional.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah tradisional Batak Toba adalah rumah berkolong dengan bentuk segitiga di atap tampak depan dan tampak belakang dan atapnya juga melengkung dari depan ke belakang seperti terlihat ada empat rumah tradisional pada gambar salah satu kampung berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana terlihat pada gambar di atas, sebagian besar kondisi rumah adat sudah memprihatinkan, tidak ada pembangunan rumah tradisional baru dan hampir tidak ada renovasi. Padahal, rumah tradisional itu merupakan warisan budaya leluhur yang sangat berharga, yang memiliki kearifan lokal untuk dipedomani oleh para generasi berikutinya. Rumah tradisional (<span style="color: #800000;"><strong><em>ruma dan sopo</em></strong></span>) dan kampung tradisional (<span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span>) dapat juga merupakan daya tarik (<span style="color: #800000;"><strong><em>attraction</em></strong></span>) bagi wisatawan apabila dilestarikan (dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan) dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan Raja Huta untuk pengembangan pariwisata di Desa Tipang sangat penting. Peranan yang dapat dilakukan oleh Raja Huta tersebut adalah kesiapsediaan menerima wisatawan dan juga bersedia dalam membenahi <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> atau kampungnya sehingga dapat meningkatkan potensi sumber daya dalam rangka mendukung peningkatan pariwisata ke Desa Tipang. Dalam rangka pengembangan Desa Tipang ini sebagai destinasi wisata perlu dilakukan penyamaan persepsi terhadap raja-raja huta sehingga mereka nanti bisa menjadi pemberi arahan kepada penghuni <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> dan melakukan pembenahan terhadap <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> terutama untuk merawat peninggalan-peninggalan rumah tradisional yang ada di masing-masing <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah-rumah tradisional yang disebut sebagai rumah adat perlu dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal wisatawan dalam bentuk <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> yang nyaman bagi pengunjung maupun wisatawan yang datang ke Desa Tipang. Rumah tradisional ini harus dibuat menarik sesuai karakteristiknya, juga menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali sehingga para wisatawan akan memilih <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> rumah adat tersebut sebagai tempat tinggal mereka ketika berkunjung ke Desa Tipang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka inilah maka dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., beserta tim dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengajak dan memberdayakan Raja-Raja Huta memperbaiki <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> mereka dan mempersiapkan Raja Huta dalam menerima wisatawan dalam rangka pengembangan Desa Wisata Tipang yang saat ini salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir kegiatan pengabdian masyarakat ini, Raja Bius, Raja-Raja Huta, dan Kepala Desa bersama perangkatnya berterima kasih kepada para pengabdi masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) dengan harapan pengabdian masyarakat ini dapat dilanjutkan dengan membuat satu atau dua model pembuatan kamar berupa <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> di salah satu rumah tradisional atau rumah adat yang ada di <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> ‘kampung tradisional’ Desa Tipang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>Penulis</strong></span>: <span style="color: #800000;"><strong>Ketua Pengabdi Masyarakat, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.</strong></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/">Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 09:27:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=429</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran penelitian dalam satu bidang ilmu dengan dibantuk oleh asosiasi bidang ilmu tersebut, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu [29/09/2021].</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor Robert Sibarani lebih lanjut mengatakan bahwa <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Anthropolinguistics</em></strong></span> telah “didirikan” dengan dukungan para peminat bidang antropolinguistik baik mahasiswa pascasarjana, dosen maupun peneliti dari seluruh Indonesia. Antropolinguistik adalah bidang interdisiplin yang mempelajari bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mempelajari kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mempelajari bidang-bidang lain dalam kerangka kerja bersama linguistik dan antropologi. Jurnal internasional ini diharapkan dapat dikelola secara baik dengan dukungan pengiriman artikel dari peminat dan peneliti bidang antropolinguistik. Penerbitan jurnal ini juga didukung oleh <span style="color: #800000;"><strong>Forum Antropolinguistik Indonesia (AAI)</strong></span>, yang secara aktif mengadakan webinar tentang antropolinguistik. Makalah-makalah dalam seminar itu juga sebagian dimuat pada jurnal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jurnal ini, lanjutnya, mesti dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional di kemudian hari. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelola <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of anthropolinguistics</em></strong></span> yang dikelola dan diterbitkan <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> ini membutuhkan artikel untuk kelancaran penerbitannya. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi sebidang baik dalam negeri maupun luar negeri sangat penting untuk pengeloaan jurnal ini. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, demikian Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 21:57:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=413</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT &#124; Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat. Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT</strong></span> | Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan atau dibiayai oleh kampus almamater mereka. Hal ini tercermin dari data Litbang FKDP bahwa, 74,5% belum pernah mendapat pengalaman bantuan hibah pengabdian masyarakat, sedangkan sisanya (25,5%) sudah memiliki pengalaman mendapatkan bantuan hibah.</p>
<p><img loading="lazy" class="wp-image-415 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png" alt="" width="373" height="154" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-768x317.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1019x420.png 1019w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-640x264.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-681x281.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1021x422.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1.png 1024w" sizes="(max-width: 373px) 100vw, 373px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila di gali lebih lanjut, sumber hibah pengabdian masyarakat dosen banyak bersumber dari Kementerian (Dikti maupun Diktis) yang mencapai 60%, sisanya mereka pernah mendapat kepercayaan hibah pengabdian dari Pemerintah Propinsi (4%), Pemerintah Desa dan Perusahaan (masing-masing 6%), lainnya berasal dari internal kampus.</p>
<figure id="attachment_416" aria-describedby="caption-attachment-416" style="width: 346px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-416" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png" alt="" width="346" height="196" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-768x436.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-740x420.png 740w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-640x363.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-681x386.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-1021x580.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1.png 1024w" sizes="(max-width: 346px) 100vw, 346px" /><figcaption id="caption-attachment-416" class="wp-caption-text">Grafik Sumber Pendanaan Pengabdian Masyarakat</figcaption></figure>
<p>Dengan demikian, maka terlihat potret pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen lebih banyak dilakukan secara mandiri, dan sebagian kecil didukung secara finansial oleh kampus almamater mereka. Sedangkan akses dan dukungan pendanaan sebagian besar dari Dikti mupun Diktis. Menarik dicermati, dari data di atas adalah Sinergi antara PT dengan Pemerintah Desa dan Perusahaan masih belum kuat (ada 6% Dosen yang mendapat kepercayaan pendanaan dari Pemerintah Desa dan CSR).</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kampus di Indonesia dalam peningkatan kualitas program pengabdian kepada masyarakat. Kurangnya daya dukung kampus, lemahnya sinergi berbagai pihak, serta bagaimana para dosen di Indonesia masih ‘berjuang secara mandiri’ baik tenaga maupun finansial perlu menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pintu solusi yang bisa dilakukan adalah mengembangkan Kurikulum Kampus Merdeka, serta mendorong sinergi multi pihak untuk membuka ruang akses yang lebih terbuka bagi para dosen di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dengan memerkuat sinergi semua pihak, baik lembaga perguruan tinggi, pemerintah (mulai pemerintah desa – pemerintah pusat), maupun perusahaan. Bila hal ini terwujud, maka problem masyarakat akan dapat diurai satu demi satu dan perubahan yang lebih baik dalam masyarakat kan terwujud. Semoga. [fkdp]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 13:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=360</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal kita, kemudian dibaca oleh masyarakat dunia melalui jurnal kita. Atas dasar itu, perbanyakan jurnal internasional di dalam negeri perlu dilakukan, tentu juga harus menjaga kualitasnya, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Selasa (28/09/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Profesor Robert Sibarani mengatakan, paling tidak ada dua hal penting yang menguntungkan apabila kita membangun jurnal internasional di dalam negeri. Pertama, ide original dari hasil penelitian anak bangsa tidak dicuri oleh pihak-pihak luar sehingga dapat dipergunakan oleh bangsa sendiri. Kedua, uang kita tidak pergi ke luar negeri karena para peneliti mengirimkan artikel dengan berbayar, tetapi uang kita berputar di dalam negeri. Memang, setiap jurnal harus dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, sejak saya dipercaya oleh Rektor USU sebagai Ketua LP USU (Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara-<em>red</em>), saya berpikir untuk menginisiasi untuk membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>, yang sudah terbit perdana volume 1 pada bulan September 2021 ini dan volume 2 akan terbit di Januari 2022. Kita membutuhkan artikel dari berbagai universitas atau institusi, yang menurut aturan paling sedikit enam puluh persen berasal dari luar universitas pemilik jurnal tersebut. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi dalam negeri dan luar negeri sangat penting untuk pengelolaan jurnal. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola oleh Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU bertujuan untuk mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah dan untuk masuk pada dunia modernits dari kekayaan kearifan lokal yang ada di tradisi kita”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2021 13:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=319</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian USU.</p>
<p style="text-align: justify;">Disela-sela kesibukannya, Senin (27/09/2021), <span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya telah merintis 5 jurnal dengan penerbit <strong><span style="color: #800000;">IPMI <em>Publisher</em></span></strong> dan sejak saya dipercaya sebagai Ketua LP (Lembaga penelitian-<em>red</em>) maka berpikir untuk menginisiasi membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>”, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dia menjelaskan kelima jurnal di <strong><span style="color: #800000;">IPMI</span> <em>Publisher</em></strong> yaitu <span style="color: #800000;"><em><strong>Journal of Anthropolinguistics</strong></em></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Oral Traditions</em></strong></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Community Empowerment</em></strong></span>,<span style="color: #800000;"><strong><em> Journal of Toba Caldera</em></strong></span> dan <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Local Wisdom</em></strong></span>. “5 jurnal dikelola <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> merupakan rintisan saya sebagai wadah publikasi ilmiah bagi pihak-pihak yang ingin berkarya”, jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU, salah satu tujuannya adalah mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-321 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg 212w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-297x420.jpg 297w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1.jpg 623w" sizes="(max-width: 212px) 100vw, 212px" /></p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-322 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-323 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg 218w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3.jpg 288w" sizes="(max-width: 218px) 100vw, 218px" /></p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-324 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg" alt="" width="213" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg 213w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US.jpg 255w" sizes="(max-width: 213px) 100vw, 213px" /></p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-325 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg 206w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-288x420.jpg 288w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-640x932.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-681x992.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1.jpg 683w" sizes="(max-width: 206px) 100vw, 206px" /></p>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-326 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas Pendidikan Aceh Targetkan 6.156 Siswa Divaksinasi COVID-19</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/dinas-pendidikan-aceh-targetkan-6-156-siswa-divaksinasi-covid-19/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/dinas-pendidikan-aceh-targetkan-6-156-siswa-divaksinasi-covid-19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2021 08:01:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=198</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDKAN &#124; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Saifuddin mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 6.156 siswa di daerah itu tuntas divaksinasi COVID-19 pada akhir Desember 2021. “Kita targetkan seluruh siswa SMP hingga SMA di Aceh Barat semuanya sudah divaksinasi pada tahun ini, sesuai harapan Sekda Aceh dan Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Saifuddin, Sabtu. Ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/dinas-pendidikan-aceh-targetkan-6-156-siswa-divaksinasi-covid-19/">Dinas Pendidikan Aceh Targetkan 6.156 Siswa Divaksinasi COVID-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-199" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-300x167.jpg" alt="" width="638" height="355" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-300x167.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-1024x570.jpg 1024w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-768x428.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-754x420.jpg 754w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-640x356.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh-681x379.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Aceh.jpg 1228w" sizes="(max-width: 638px) 100vw, 638px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDKAN</strong></span> | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Saifuddin mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 6.156 siswa di daerah itu tuntas divaksinasi COVID-19 pada akhir Desember 2021.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita targetkan seluruh siswa SMP hingga SMA di Aceh Barat semuanya sudah divaksinasi pada tahun ini, sesuai harapan Sekda Aceh dan Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Saifuddin, Sabtu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengatakan target vaksinasi kepada kalangan siswa tersebut sebagai upaya pemerintah daerah, memberikan perlindungan kepada seluruh anak didik agar tidak terinfeksi COVID-19 atau virus berbahaya lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saifuddin mengatakan kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan dengan harapan agar proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, diharapkan dapat digelar tanpa adanya rasa khawatir bagi siswa, guru, maupun orang tua siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga mengakui selama ini vaksinasi terhadap siswa di Aceh Barat berjalan lancar, dan banyak siswa yang rela mengantre lama guna mendapatkan penyuntikan vaksin. Hal tersebut diperoleh setelah siswa dan kalangan orangtua mendapatkan edukasi positif terhadap manfaat vaksin COVID-19, yang saat ini digencarkan penyuntikannya oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami akan terus berupaya agar seluruh siswa di Aceh Barat tuntas divaksinasi tahap pertama dan kedua paling lambat pada akhir tahun ini,” kata Saifuddin. Ia juga menegaskan vaksinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar anak didik, sekaligus melindungi generasi muda dari paparan virus berbahaya dan mematikan ini, tuturnya. (ant)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/dinas-pendidikan-aceh-targetkan-6-156-siswa-divaksinasi-covid-19/">Dinas Pendidikan Aceh Targetkan 6.156 Siswa Divaksinasi COVID-19</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/dinas-pendidikan-aceh-targetkan-6-156-siswa-divaksinasi-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Aplikasi Peta untuk Tunanetra</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-aplikasi-peta-untuk-tunanetra/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-aplikasi-peta-untuk-tunanetra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2021 12:55:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tdi_14_c54</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) membuat peta digital untuk penyandang tunanetra. Aplikasi itu diberi nama UBblindmap. Sesuai namanya, UBblindmap merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) yang nantinya dirilis di Google Play Store dan bisa diunduh semua orang. Penggagas aplikasi peta bagi penyandang tunanetra, Muhammad Erwin Amrullah menjelaskan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-aplikasi-peta-untuk-tunanetra/">Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Aplikasi Peta untuk Tunanetra</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) membuat peta digital untuk penyandang tunanetra. Aplikasi itu diberi nama UBblindmap.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuai namanya, UBblindmap merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) yang nantinya dirilis di Google Play Store dan bisa diunduh semua orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggagas aplikasi peta bagi penyandang tunanetra, Muhammad Erwin Amrullah menjelaskan, aplikasi peta tersebut menggunakan suara dan getaran. Mahasiswa Magister Ilmu Komputer Filkom UB itu menjelaskan, suara dan getaran akan memberi informasi bagi penyandang tunanetra yang menggunakan UBblindmap.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aplikasi ini dirancang berdasarkan peta kawasan wilayah UB, lalu ditransformasi menjadi sebuah peta dan mempunyai fitur suara serta getaran agar penyandang tunanetra bisa menggunakannya,&#8221; kata Erwin di Malang, Jawa Timur, Senin (27/9).</p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi peta tunanetra diinstal di sebuah tablet berukuran 10 inci, selanjutnya menjadi alat pengenalan wilayah di kawasan UB. Hadirnya aplikasi ini diharapkan memudahkan para mahasiswa maupun pengunjung tunanetra yang berada di wilayah kampus itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Erwin memaparkan, aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah game. Map yang dibuat berupa 3D juga untuk tunanetra yang low blind.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tunanetra ini kan ada kategori dari low vision sampai totally blind. Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind,&#8221; ujarnya seperti dilansir.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini UBblindmap sudah dalam proses pengajuan ke HAKI. Pengguna iOS nantinya bisa mengungduh aplikasi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan aplikasi UBblindmap diharapkan dapat diterapkan di institusi pendidikan tinggi, sehingga kampus semakin ramah pada penyandang tunanetra. &#8220;Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari,&#8221; tutup Erwin.</p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang juga anggota grup riset Geoinformatika itu dalam mewujudkan aplikasi peta tuna netra UBblindmap dibimbing dua dosennya, Dr Sc Fatwa Ramdani SSi MSc dan Dr Eng Herman Tolle ST MT..(merdeka)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-aplikasi-peta-untuk-tunanetra/">Mahasiswa Universitas Brawijaya Buat Aplikasi Peta untuk Tunanetra</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/mahasiswa-universitas-brawijaya-buat-aplikasi-peta-untuk-tunanetra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 58/189 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching 6/40 queries in 0.065 seconds using redis

Served from: www.ipminews.co.id @ 2022-05-26 12:08:24 by W3 Total Cache
-->