<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penelitian &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<atom:link href="https://www.ipminews.co.id/category/perguruantinggi/penelitian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<description>Edukatif, Inovatif, dan Informatif</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Oct 2021 07:21:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.1</generator>

<image>
	<url>https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-Ikon-32x32.jpg</url>
	<title>Penelitian &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 07:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=494</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota <span style="color: #800000;"><strong><em>UNESCO Global Geopark</em></strong></span> (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan rata-rata kedalaman 505 m, panjang 87 km, dan lebar 27 km. Danau ini berada pada ketinggian 904 m di atas permukaan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Fokus penetapan <span style="color: #800000;"><strong><em>geopark</em></strong></span> mencakup keberagaman geologis (<em>geo-diversity</em>), keberagaman hayati (<em>bio-diversity</em>), keberagaman budaya (<em>culture-diversity</em>). Pelestarian terhadap ketiga komponen itu menjadi fokus penting sehingga prinsip UNESCO terhadap Kaldera Toba mencakup pelestarian Kaldera Toba, edukasi bagi generasi mendatang, dan pengembangan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 6 rekomendasi UNESCO untuk pengelolaan Kaldera Toba, yakni (1) pengembangan hubungan antarsesama warisan geologis, (2) pengembangan strategi metodologi dan kriteria untuk menjadi mitra akomodasi, catering, penyedia transportasi, dan produk lokal, (3) perkuat keterlibatan aktivitas jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Global</em></strong></span> dan jaringan <span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark Asia Pasifik</em></strong></span>, (4) pengembangan strategi pendidikan bekerja sama dengan UGG, (5) peningkatan pendidikan mitigasi kerusakan alam dan perubahan iklim di sekolah serta masyarakat setempat, dan (6) perkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat yang dilansir <em>antaranews</em>, Kamis (9/7/2020).</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Geopark</em></strong> <strong>Kaldera Toba</strong></span> dikelompokkan menjadi 16 <em>Geosite</em> yang terdapat di tujuh kabupaten Kawasan Danau Toba, yang pada hakikatnya dapat dikembangkan menjadi lebih banyak lagi <em>geosite</em> sesuai dengan pengembangan masing-masing dari 16 <em>geosite</em>, yang diperkirakan menjadi 35 <em>geosite</em>. Pada semua <em>geosite</em> tersebut terdapat tradisi kultural yang mengandung kearifan lokal dan berkaitan dengan keunikan geologis dan hayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai rencana destinasi <em>geoturisme</em> tingkat dunia, <em>geosite</em> Kaldera Toba tersebut diorientasikan menjadi destinasi wisata untuk menambah destinasi wisata yang ada. Berkaitan dengan rekomendasi keenam UNESCO, yakni memperkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat terutama di 16 <em>geosite</em> sebagai destinasi geoturisme dan dalam rangka menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata superpriotiras di Indonesia, masih banyak permasalahan yang perlu dicarikan soslusinya dengan penelitian yang terencana oleh para peneliti yang berkualitas dan bersertifikasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-490 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg" alt="" width="260" height="365" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/10/kadelra.jpg 798w" sizes="(max-width: 260px) 100vw, 260px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Hasil-hasil penelitian itu perlu disosialisasikan ke masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri melalui berbagai jurnal internasional, baik yang dikirim ke jurnal internasional di luar negeri maupun jurnal internasional di dalam negeri. Menyikapi hal itu dan sekaligus sebagai keseriusan merespon rekomendasi UNESCO, telah “<span style="color: #800000;"><strong>didirikan</strong></span>” <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Toba Caldera</em></strong></span>, yang akan menyimpan, mensosialisasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan <span style="color: #800000;"><strong>Kawasan Danau Toba</strong></span>. Jurnal ini adalah jurnal internasional yang dikelola di dalam negeri dan mengharapkan para peneliti yang melakukan penelitian tentang Danau Toba mengirimkan artikelnya sesuai sistematika di jurnal internasional dan berbahasa Inggris, tentu dengan proses review yang ketat, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. sebagai Ketua Lembaga Penelitian USU ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu (13/10/2021) di sela-sela menghadiri undangan <em><span style="color: #800000;">luring <strong>International Conference “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity”</strong></span></em> di TB Silalahi Center, Balige. Beliau juga sebagai Ketua Dewan Pakar Bidang Budaya pada waktu pengusulan Kaldera Toba ke UNESCO dan Ketua Dewan Pakar untuk semua bidang adalah Dr. RE Nainggolan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/">Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-toba-caldera-jurnal-internasional-yang-mempublikasi-dan-mensosialisasi-hasil-penelitian-kawasan-danau-toba-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 09:27:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=429</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran penelitian dalam satu bidang ilmu dengan dibantuk oleh asosiasi bidang ilmu tersebut, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Rabu [29/09/2021].</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor Robert Sibarani lebih lanjut mengatakan bahwa <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Anthropolinguistics</em></strong></span> telah “didirikan” dengan dukungan para peminat bidang antropolinguistik baik mahasiswa pascasarjana, dosen maupun peneliti dari seluruh Indonesia. Antropolinguistik adalah bidang interdisiplin yang mempelajari bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mempelajari kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mempelajari bidang-bidang lain dalam kerangka kerja bersama linguistik dan antropologi. Jurnal internasional ini diharapkan dapat dikelola secara baik dengan dukungan pengiriman artikel dari peminat dan peneliti bidang antropolinguistik. Penerbitan jurnal ini juga didukung oleh <span style="color: #800000;"><strong>Forum Antropolinguistik Indonesia (AAI)</strong></span>, yang secara aktif mengadakan webinar tentang antropolinguistik. Makalah-makalah dalam seminar itu juga sebagian dimuat pada jurnal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jurnal ini, lanjutnya, mesti dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional di kemudian hari. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengelola <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of anthropolinguistics</em></strong></span> yang dikelola dan diterbitkan <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> ini membutuhkan artikel untuk kelancaran penerbitannya. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi sebidang baik dalam negeri maupun luar negeri sangat penting untuk pengeloaan jurnal ini. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, demikian Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/">Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/journal-of-anthropolinguistics-terima-artikel-peminat-dan-peneliti-bidang-antropolinguistik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 13:14:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=360</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENELITIAN &#124; Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENELITIAN</strong></span> | Jurnal sangat penting “didirikan” di dalam negeri sebagai wadah untuk menampung hasil penelitian para peneliti Indonesia, baik para mahasiswa, dosen atau peneliti di lembaga-lembaga penelitian. Jurnal kita mesti lebih diprioritaskan menampungnya agar hasil-hasil pikiran berbasis penelitian itu tidak lebih dahulu dikirim ke luar negeri melalui jurnal-jurnal mereka, tetapi dimasukkan dulu ke jurnal-jurnal kita, kemudian dibaca oleh masyarakat dunia melalui jurnal kita. Atas dasar itu, perbanyakan jurnal internasional di dalam negeri perlu dilakukan, tentu juga harus menjaga kualitasnya, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan <span style="color: #800000;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> pada hari Selasa (28/09/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Profesor Robert Sibarani mengatakan, paling tidak ada dua hal penting yang menguntungkan apabila kita membangun jurnal internasional di dalam negeri. Pertama, ide original dari hasil penelitian anak bangsa tidak dicuri oleh pihak-pihak luar sehingga dapat dipergunakan oleh bangsa sendiri. Kedua, uang kita tidak pergi ke luar negeri karena para peneliti mengirimkan artikel dengan berbayar, tetapi uang kita berputar di dalam negeri. Memang, setiap jurnal harus dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, sejak saya dipercaya oleh Rektor USU sebagai Ketua LP USU (Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara-<em>red</em>), saya berpikir untuk menginisiasi untuk membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>, yang sudah terbit perdana volume 1 pada bulan September 2021 ini dan volume 2 akan terbit di Januari 2022. Kita membutuhkan artikel dari berbagai universitas atau institusi, yang menurut aturan paling sedikit enam puluh persen berasal dari luar universitas pemilik jurnal tersebut. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi dalam negeri dan luar negeri sangat penting untuk pengelolaan jurnal. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola oleh Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU bertujuan untuk mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah dan untuk masuk pada dunia modernits dari kekayaan kearifan lokal yang ada di tradisi kita”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/">Pentingnya &#8220;Mendirikan&#8221; Jurnal Internasional di Lembaga Penelitian USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/pentingnya-mendirikan-jurnal-internasional-di-lembaga-penelitian-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2021 13:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=319</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENDIDIKAN &#124; Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENDIDIKAN</strong></span> | Profesor Robert Sibarani adalah dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Lembaga Penelitian tempatnya mengajar mulai tahun 1987 hingga kini. Kiprahnya di dunia akademisi terus produktif, baik semasa dipercayai sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana USU periode 2016-2021 dan pada tahun 2021 sampai saat ini adalah Ketua Lembaga Penelitian USU.</p>
<p style="text-align: justify;">Disela-sela kesibukannya, Senin (27/09/2021), <span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span> mendapatkan kesempatan berbincang-bincang dengan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya telah merintis 5 jurnal dengan penerbit <strong><span style="color: #800000;">IPMI <em>Publisher</em></span></strong> dan sejak saya dipercaya sebagai Ketua LP (Lembaga penelitian-<em>red</em>) maka berpikir untuk menginisiasi membuat jurnal dengan nama <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span>”, ujar Profesor Robert Sibarani.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dia menjelaskan kelima jurnal di <strong><span style="color: #800000;">IPMI</span> <em>Publisher</em></strong> yaitu <span style="color: #800000;"><em><strong>Journal of Anthropolinguistics</strong></em></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Oral Traditions</em></strong></span>, <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Community Empowerment</em></strong></span>,<span style="color: #800000;"><strong><em> Journal of Toba Caldera</em></strong></span> dan <span style="color: #800000;"><strong><em>Journal of Local Wisdom</em></strong></span>. “5 jurnal dikelola <span style="color: #800000;"><strong>IPMI <em>Publisher</em></strong></span> merupakan rintisan saya sebagai wadah publikasi ilmiah bagi pihak-pihak yang ingin berkarya”, jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Untuk jurnal <span style="color: #800000;"><strong><em>Tradition and Modernity of Humanity</em></strong></span> yang dikelola Lembaga Penelitian USU dengan penerbit <span style="color: #800000;"><strong>TALENTA <em>Publisher</em></strong></span> USU, salah satu tujuannya adalah mendukung kinerja kelembagaan Universitas Sumatera Utara dalam bidang pengelolaan publikasi ilmiah”, harap Profesor Robert Sibarani.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-321 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-212x300.jpg 212w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1-297x420.jpg 297w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-1.jpg 623w" sizes="(max-width: 212px) 100vw, 212px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-322 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/t.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-323 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3-218x300.jpg 218w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Cover_-_Journal_of_Oral_Traditions3.jpg 288w" sizes="(max-width: 218px) 100vw, 218px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-324 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg" alt="" width="213" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US-213x300.jpg 213w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/homepageImage_en_US.jpg 255w" sizes="(max-width: 213px) 100vw, 213px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-325 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-206x300.jpg 206w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-288x420.jpg 288w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-640x932.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1-681x992.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/JLW1.jpg 683w" sizes="(max-width: 206px) 100vw, 206px" /></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-326 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-214x300.jpg 214w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-731x1024.jpg 731w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-768x1076.jpg 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1096x1536.jpg 1096w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-1462x2048.jpg 1462w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-300x420.jpg 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-640x897.jpg 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2-681x954.jpg 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/unnamed-file-2.jpg 1595w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/">Produktivitas Profesor Robert Sibarani sebagai Akademisi: Rintis 5 Jurnal IPMI Publisher dan 1 Jurnal TALENTA Publisher USU</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/produktivitas-profesor-robert-sibarani-sebagai-akademisi-rintis-5-jurnal-ipmi-publisher-dan-1-jurnal-talenta-publisher-usu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/170 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: www.ipminews.co.id @ 2023-01-16 06:51:42 by W3 Total Cache
-->