<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengabdian Kepada Masyarakat &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<atom:link href="https://www.ipminews.co.id/category/perguruantinggi/pengabdian-kepada-masyarakat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<description>Edukatif, Inovatif, dan Informatif</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Oct 2021 04:54:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.1</generator>

<image>
	<url>https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/cropped-Ikon-32x32.jpg</url>
	<title>Pengabdian Kepada Masyarakat &#8211; Edukatif, Inovatif, dan Informatif</title>
	<link>https://www.ipminews.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 04:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=470</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT &#124; Desa Tipang secara administratif berada di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera. Desa Tipang berdekatan dengan beberapa daerah di Kawasan Danau Toba yang berada di sekitarnya, yakni Desa Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Desa Janji Raja (Kabupaten Samosir), dan Kecamata Muara (Kabupaten Tapanuli Utara). Desa Tipang yang indah panoramanya di [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/">Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENGABDIAN KEPADA MASYRAKAT</strong></span> | Desa Tipang secara administratif berada di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera. Desa Tipang berdekatan dengan beberapa daerah di Kawasan Danau Toba yang berada di sekitarnya, yakni Desa Bakkara (Kabupaten Humbang Hasundutan), Desa Janji Raja (Kabupaten Samosir), dan Kecamata Muara (Kabupaten Tapanuli Utara). Desa Tipang yang indah panoramanya di pinggir Danau Toba ditempati oleh tujuh marga yang sering disebut dengan “<span style="color: #800000;"><em><strong>Bius Tipang Sipitu Marga</strong></em></span>”.</p>
<p style="text-align: justify;">Desa Bakkara didiami oleh enam asal marga maka disebut juga desa “<span style="color: #800000;"><em><strong>Sionom Ompu</strong></em></span>”. Desa Janji Raja didiami oleh 8 asal marga yang disebut juga “<span style="color: #800000;"><strong><em>Bius Siualu Marga</em></strong></span>”, dan Muara ditempati oleh 5 marga sehingga disebut “<span style="color: #800000;"><strong><em>Bius Silima Ompu</em></strong></span>”. Sebelum masa Kemerdekaan Republik Indonesia, masing-masing bius itu itu dipimppin oleh Raja Bius.</p>
<p style="text-align: justify;">Bius Tipang ‘Desa Tipang’ memiliki 26 huta ‘kampung’ yang menjadi tempat tinggal dan sekaligus asal penduduk ketujuh marga di desa tersebut. Ketujuh marga itu adalah keturuan Raja Sumba, yakni Toga Simamora dan Toga Sihombing. Ada 3 anak Toga Simamora, yakni Purba, Manalu, dan Debataraja dan ada 4 anak Toga Sihombing, yakni Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit. Hingga sekarang Kelembagaan Bius Tipang merupakan wakil dari 7 marga tersebut dan yang diangkat menjadi Raja Bius secara <span style="color: #800000;"><strong><em>primus interpares</em></strong></span> adalah anak pertama Toga Simamora dan anak pertama Toga Sihombing. Raja Bius Tipang adalah <span style="color: #800000;"><strong><em>duet Parsanggul Baringin</em></strong></span> yang berasal dari marga Purba dengan Raja Oloan yang berasal dari Marga Silaban.</p>
<p style="text-align: justify;">Huta ‘kampung’ merupakan elemen dasar dalam sistem kelembagaan masyarakat Batak Toba. Sebagai elemen dasar kelambagaan di setiap huta dikenal dengan “<span style="color: #800000;"><strong><em>Raja Huta</em></strong></span>”, yang bertanggung jawab dan mewakili aspirasi keseluruhan huta. Huta biasanya terdiri atas 8-10 rumah yang posisinya berjejer atau berhadap-hadapan dan ada di tengahnya halaman. Huta biasanya memiliki karakteristik tersendiri di kawasan Danau Toba, yakni dikelilingi oleh bambu ataupun pepohonan sebagai pembatas antar huta yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800000;"><strong><em>Huta</em></strong></span> memiliki pintu masuk dan pintu keluar dari <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> tersebut. Di Desa Tipang, pintu masuk <span style="color: #800000;"><strong><em>hut</em></strong></span>a tersebut mengahadap ke gunung, tentu posisi pintu masuk ini memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakatnya, sedangkan di daerah lain seperti di Toba Holbung, jalan masuknya huta biasanya mengarah ke Timur, dan jalan keluarnya mengarah ke Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Desa Tipang terdiri atas 26 huta ‘kampung’ sebagai tempat tinggal tradisional dari 7 marga di desa Tipang, tetapi beberapa huta telah diberikan kepada marga pendatang yang memiliki hubungan dengan mereka. Di samping itu, rumah-rumah baru sudah banyak dibangun di luar huta seperti rumah-rumah yang dibangun di pinggir jalan dengan berbagai alasan. Rumah-rumah yang baru dibangun pun sudah rumah model baru, tidak lagi model rumah tradisional.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah tradisional Batak Toba adalah rumah berkolong dengan bentuk segitiga di atap tampak depan dan tampak belakang dan atapnya juga melengkung dari depan ke belakang seperti terlihat ada empat rumah tradisional pada gambar salah satu kampung berikut ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana terlihat pada gambar di atas, sebagian besar kondisi rumah adat sudah memprihatinkan, tidak ada pembangunan rumah tradisional baru dan hampir tidak ada renovasi. Padahal, rumah tradisional itu merupakan warisan budaya leluhur yang sangat berharga, yang memiliki kearifan lokal untuk dipedomani oleh para generasi berikutinya. Rumah tradisional (<span style="color: #800000;"><strong><em>ruma dan sopo</em></strong></span>) dan kampung tradisional (<span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span>) dapat juga merupakan daya tarik (<span style="color: #800000;"><strong><em>attraction</em></strong></span>) bagi wisatawan apabila dilestarikan (dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan) dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan Raja Huta untuk pengembangan pariwisata di Desa Tipang sangat penting. Peranan yang dapat dilakukan oleh Raja Huta tersebut adalah kesiapsediaan menerima wisatawan dan juga bersedia dalam membenahi <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> atau kampungnya sehingga dapat meningkatkan potensi sumber daya dalam rangka mendukung peningkatan pariwisata ke Desa Tipang. Dalam rangka pengembangan Desa Tipang ini sebagai destinasi wisata perlu dilakukan penyamaan persepsi terhadap raja-raja huta sehingga mereka nanti bisa menjadi pemberi arahan kepada penghuni <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> dan melakukan pembenahan terhadap <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> terutama untuk merawat peninggalan-peninggalan rumah tradisional yang ada di masing-masing <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah-rumah tradisional yang disebut sebagai rumah adat perlu dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal wisatawan dalam bentuk <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> yang nyaman bagi pengunjung maupun wisatawan yang datang ke Desa Tipang. Rumah tradisional ini harus dibuat menarik sesuai karakteristiknya, juga menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali sehingga para wisatawan akan memilih <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> rumah adat tersebut sebagai tempat tinggal mereka ketika berkunjung ke Desa Tipang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka inilah maka dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., beserta tim dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengajak dan memberdayakan Raja-Raja Huta memperbaiki <span style="color: #800000;"><strong><em>huta-huta</em></strong></span> mereka dan mempersiapkan Raja Huta dalam menerima wisatawan dalam rangka pengembangan Desa Wisata Tipang yang saat ini salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir kegiatan pengabdian masyarakat ini, Raja Bius, Raja-Raja Huta, dan Kepala Desa bersama perangkatnya berterima kasih kepada para pengabdi masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) dengan harapan pengabdian masyarakat ini dapat dilanjutkan dengan membuat satu atau dua model pembuatan kamar berupa <span style="color: #800000;"><strong><em>homestay</em></strong></span> di salah satu rumah tradisional atau rumah adat yang ada di <span style="color: #800000;"><strong><em>huta</em></strong></span> ‘kampung tradisional’ Desa Tipang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>Penulis</strong></span>: <span style="color: #800000;"><strong>Ketua Pengabdi Masyarakat, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.</strong></span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/">Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan Rumah Adat sebagai Tradisi Budaya menjadi Homestay sebagai Kreativitas Budaya melalui Kearifan Lokal dalam Pengembangan Desa Tipang untuk Destinasi Wisata</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/pemberdayaan-masyarakat-menciptakan-rumah-adat-sebagai-tradisi-budaya-menjadi-homestay-sebagai-kreativitas-budaya-melalui-kearifan-lokal-dalam-pengembangan-desa-tipang-untuk-destinasi-wisata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</title>
		<link>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/</link>
					<comments>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi IPMINEWS.CO.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 21:57:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Kepada Masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.ipminews.co.id/?p=413</guid>

					<description><![CDATA[<p>IPMINEWS.CO.ID PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT &#124; Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat. Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"><strong>IPMINEWS.CO.ID</strong></span><br />
<span style="color: #800000;"><strong>PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT</strong></span> | Pengabdian masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan pada dharma dosen, selain pengajaran dan penelitian. Setiap Dosen di Indonesia dituntut agar mereka mengabdikan diri mereka dalam pengembangan ilmu yang mereka miliki baik di kampus maupun di masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada umumnya, pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen banyak dilakukan secara madiri oleh dosen dan atau dibiayai oleh kampus almamater mereka. Hal ini tercermin dari data Litbang FKDP bahwa, 74,5% belum pernah mendapat pengalaman bantuan hibah pengabdian masyarakat, sedangkan sisanya (25,5%) sudah memiliki pengalaman mendapatkan bantuan hibah.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-415 aligncenter" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png" alt="" width="373" height="154" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-300x124.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-768x317.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1019x420.png 1019w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-640x264.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-681x281.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1-1021x422.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Data-Sudah-Publikasi-1024x422-1.png 1024w" sizes="(max-width: 373px) 100vw, 373px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Apabila di gali lebih lanjut, sumber hibah pengabdian masyarakat dosen banyak bersumber dari Kementerian (Dikti maupun Diktis) yang mencapai 60%, sisanya mereka pernah mendapat kepercayaan hibah pengabdian dari Pemerintah Propinsi (4%), Pemerintah Desa dan Perusahaan (masing-masing 6%), lainnya berasal dari internal kampus.</p>
<figure id="attachment_416" aria-describedby="caption-attachment-416" style="width: 346px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-416" src="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png" alt="" width="346" height="196" srcset="https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-300x170.png 300w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-768x436.png 768w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-740x420.png 740w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-640x363.png 640w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-681x386.png 681w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1-1021x580.png 1021w, https://www.ipminews.co.id/wp-content/uploads/2021/09/Funding-PKM-1024x581-1.png 1024w" sizes="(max-width: 346px) 100vw, 346px" /><figcaption id="caption-attachment-416" class="wp-caption-text">Grafik Sumber Pendanaan Pengabdian Masyarakat</figcaption></figure>
<p>Dengan demikian, maka terlihat potret pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen lebih banyak dilakukan secara mandiri, dan sebagian kecil didukung secara finansial oleh kampus almamater mereka. Sedangkan akses dan dukungan pendanaan sebagian besar dari Dikti mupun Diktis. Menarik dicermati, dari data di atas adalah Sinergi antara PT dengan Pemerintah Desa dan Perusahaan masih belum kuat (ada 6% Dosen yang mendapat kepercayaan pendanaan dari Pemerintah Desa dan CSR).</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kampus di Indonesia dalam peningkatan kualitas program pengabdian kepada masyarakat. Kurangnya daya dukung kampus, lemahnya sinergi berbagai pihak, serta bagaimana para dosen di Indonesia masih ‘berjuang secara mandiri’ baik tenaga maupun finansial perlu menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu pintu solusi yang bisa dilakukan adalah mengembangkan Kurikulum Kampus Merdeka, serta mendorong sinergi multi pihak untuk membuka ruang akses yang lebih terbuka bagi para dosen di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dengan memerkuat sinergi semua pihak, baik lembaga perguruan tinggi, pemerintah (mulai pemerintah desa – pemerintah pusat), maupun perusahaan. Bila hal ini terwujud, maka problem masyarakat akan dapat diurai satu demi satu dan perubahan yang lebih baik dalam masyarakat kan terwujud. Semoga. [fkdp]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/">Tantangan Dosen dalam Implementasi Pengabdian kepada Masyarakat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.ipminews.co.id">Edukatif, Inovatif, dan Informatif</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.ipminews.co.id/tantangan-dosen-dalam-implementasi-pengabdian-kepada-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 0/135 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis (Request-wide modification query)

Served from: www.ipminews.co.id @ 2023-02-06 01:46:15 by W3 Total Cache
-->