IPMINEWS.CO.ID
HUMANIORA | “Dengan tetap mengucap syukur kepada Tuhan, kita senang, bangga, dan terharu bahwa Tugu Raja Sibarani akhirnya selesai dibangun serta telah berdiri kokoh dan megah di Desa Sibarani Nasampulu-Namungkup, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Momen bersejarah ini hanya terjadi satu kali dan terjadi di tahun 2024 meskipun rencana pendirian Tugu Raja Sibarani ini telah digagas sejak tahun 1935, tetapi barulah tahun ini Tuhan memberikan kebersamaan dan kesatuan hati kepada keturunan Raja Sibarani melalui Panitia Pembangunan menuntaskan tugasnya hingga selesai meskipun dengan berbagai gelombang rintangan baik dari segi keterbatasan dana maupun dari segi minimnya dukungan kesatuan hati keturunan Raja Sibarani di seluruh dunia. Selesainya dan berdirinya Tugu Raja Sibarani merupakan tonggak sejarah bagi seluruh marga Sibarani untuk bersatu memandang dan menggapai kemajuan masa depan”, demikian disampaikan Ketua Panitia Pembangunan, Prof. Dr. Robert Sibarani, MS di sela-sela puncak acara adat peresmian Tugu Raja Sibarani pada tanggal 13 Juli 2024 yang lalu.

Tinggi tugu Raja Sibarani tersebut 27 meter dengan 5 tingkat. Dari Tingkat I saja telah terlihat pemandangan Danau Toba. Tugu tersebut dibangun di atas lahan 2,1 hektar di Pollak Bidang “Kebun Luas” berdekatan dengan Landbow (sebuah lokasi percontohan pertanian yang sejak pemerintah Belanda dipergunakan pemerintah) di lahan masyarakat Sibarani Nasampulu. Tugu yang tergolong tinggi ini terlihat kokoh dan megah karena berada di Pollak Bidang dengan lokasi yang tinggi pula sehingga bisa memandang persawahan dan perladangan di sekitarnya bahkan memandang Danau Toba.
Tugu Raja Sibarani selesai dibangun pada tanggal 6 Juli 2024 dan diresmikan pada tanggal 12-13 Juli 2024. Upacara peresmian itu dihadiri lebih dari 3000 orang dari berbagai penjuru baik dari Bonapasogit Toba maupun dari Parserahan “perantauan” keturunan Raja Sibarani. Peresmian Tugu dilaksanakan dengan upacara adat Mamestahon Tugu dohot Pananngkok Saringsaring “Meresmikan Tugu dan Menaikkan Tulang Belulang” leluhur Raja Sibarani dan istrinya Runggu Hamomasan boru Sirait. Pajongjong Tugu “mendirikan tugu” Raja Sibarani melambangkan permohonan kepada Tuhan agar keturunannya dapat jongjong marsada “berdiri bersatu” pada tohang ni harbangan “pintu gerbang” masa depan yang cerah untuk menggapai cita-cita yang mulia. Panangkok saringsaring “menaikkan tulang-belulang” leluhur Raja Sibarani dan istrinya Runggu Haomasan boru Sirait melambangkan permohonan kepada Tuhan agar keturunannya mendapat berkat melimpah dengan kehidupan yang damai sejahtera dan sukses di masa depan. Dengan doa yang tulus, semua orang, termasuk keturunannya, yang ikut berpartisipasi marsirimpa “bergotong royong” mendirikan tugu Raja Sibarani meyakinini akan mendapat berkat melimpah dari Tuhan di waktu-waktu mendatang.
Sebagai upacara adat yang paling tinggi pada Masyarakat Batak Toba, pesta tugu Raja Sibarani tersebut dihadiri oleh pihak Dalihan Natolu, yakni pihak dongan tubu marga Sibarani dan Sibuea, pihak hulahula (termasuk tulang, keduanya marga Sirait dan hulahula ni partalitali bonang “suhut” Tahan Sibarani (Ompu Cathrine) marga Pardede, dan pihak boru marga Toga Torop dan Siagian. Sesuai dengan peran dan fungsinya, hulahula dan tulang memberikan boras sipir ni tondi ‘beras” dan mangulosi ‘memberikan ulos’ sebagai lambang memberikan doa berkat kepada borunya marga Sibarani sebagai tuan rumah. Boru marga Toga Torop dan Siagian masing-masing membawa dan memberikan kerbau selain uang sebagai lambang mangkobasi ‘membantu’ hulahulanya Sibarani.

Ketua Pembangunan, Prof. Dr. Robert Sibarani, MS, mengucapkan terima kasih kepada Happy Liston Sibarani, ST sebagai arsitek, Armida br Sibarani, SH, M.Si sebagai bendahara, Pangeran Sibarani, ST sebagai kordinator pelaksana teknis, Ir. Maruli Sinaga sebagai pengawas lapangan, dan Drs. Laurensus Sibarani, M.Si sebgai ketua panaitia peresmian, dan Anna Elfrida Siahaan sebagai sekretaris panitia peresmian, dan Jonner Sibarani sebagai Ketua Formateur Parsadaan Pomparan Raja Sibarani, yang telah bekerja dengan baik sejak awal hingga pada acara peresmian Tugu Raja Sibarani. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang turut mendukung dan mendoakan selesainya pembanguan Tugu Raja Sibarani.
Panitia Pembangunan Tugu Raja Sibarani memang telah bertekad bulat sejak awal agar tugu tersebut selesai pada waktu yang telah direncanakan meskipun menghadapi banyak rintangan. Itulah sebabnya upaya pembangunan itu dilakukan secara sangat berhati-hati dan terencana dengan prinsip marsirimpa “bergotong royong” berlandaskan tampakna do tajomna, rim ni tahi do gogona “kebersamaan adalah ketajamannya, kesatuan hati adalah kekuatannya” dan prinsip maniop haporseaon “menjaga kepercayaan” berlandaskan na so jadi bahenon riperipe (gabe) pangumpolan “milik bersama/kelompok tidak boleh dibuat menjadi milik perseorangan”. Dengan kedua prinsip itu, semua keturunan Sibarani, paling tidak semua yang berpartisipasi dalam daftar berikut percaya menyumbangkan uangnya dan uang yang terkumpul itu tidak bisa digunakan ke mana pun kecuali untuk bahan bangunan dan uang tukang.

Panitia Pembangunan Tugu Raja Sibarani selalu fokus pada target, yakni selesai pada awal Juli 2024 dan mesti diresmikan pada minggu kedua Juli 2024. Dengan tekad bulat yang demikian, kegiatan dimulai dengan pasada tahi “penyatuan tekad” atau “penyepakatan rencana” pada tanggal 14 Oktober 2023, kemudian dilakukan pengumpulan dana melalui marsirimpa “bergotong royong” dengan memberikan tumpak “sumbangan” sukarela yang dikirimkan ke rekening Pembangunan Tugu Raja Sibarani sejak tanggal 01 September 2023, dan tukang mulai bekerja sejak tanggal 1 November 2023. Proses perkembangan pembangunan terus diawasi agar sesuai dengan target yang telah direnanakan.
Uang yang terkumpul untuk Pembangunan tugu Raja Sibarani sejak tanggal 1 September 2023 hingga 13 Juli 2024 berjumlah Rp 1.961.412.861,00, sedangkan pengeluaran berjumlah Rp 1, 955.430,800.00. Dengan demikian, uang bersisa Rp 5, 982061,00. Sisa uang dipergunakan kemudian untuk keperluan pembersihan, gembok, dan kandang kawat pembatas sementara.

Ketua Pembangunan berterima kasih kepada semua anak, boru, bere/ibebere, dan semua yang telah manumpahi “menyumbang” sehingga dapat terkumpul uang sebanyak itu yang tidak lagi hanya menyelesaikan pembangunan tugu Raja Sibarani, melainkan juga telah ikut meratakan halaman yang begitu luas, akses masuk, dan kamar mandi di lokasi tugu yang membutuhkan uang yang cukup besar. Ucapan terima kasih secara khusus diberikan kepada Bapak Tahan Sibarani/br Pardede (Op. Cathrine Sibarani) dan Abang Rja Sibarani (Papua) atas kontribusi mereka yang besar dan yang memotivasi baik secara material maupun moril sejak awal rencana penyelesaian tugu Raja Sibarani ini. Semoga para penyumbang serta keturunannya mendapat rezeki yang berlipat ganda dari Tuhan atas kesediaan mereka berkontribusi menyelesaikan Tugu leluhur Sibarani.
Berikut ini nama-nama penyumbang dan jumlah sumbangan masing-masing sejak tanggal 01 September 2023 hingga 13 Juli 2024.










Berikut juga pengeluaran untuk penyelesaian Tugu Raja Sibarani sejak 03 November 2023 hingga 19 Juli 2024.







“Inilah sekaligus laporan pertanggungjawaban keuangan Panitia Pembangun Penyelesaian Tugu Raja Sibarani kepada semua yang telah manumpahi “menyumbang” demi selesainya Tugu Raja Sibarani”, demikian disampaikan Ketua Pembangunan Tugu Raja Sibarani, yang sehari-harinya menjabat Keteua Lembaga Penelitian, Universitas Sumatera Utara.
Horas Tondi Madingin, Pir Todi Matogu.
Horas…Horas…Horas!






