IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba telah berlangsung sukses sesuai dengan target pada tanggal 20-22 Oktober 2022. Banyak pihak yang berpartisipasi baik secara moral maupun secara material sehingga Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang sangat monumental tersebut dapat terlaksana dengan baik. Atas nama Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang diamanahkan oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara untuk melaksanakannya. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang turut partisipasi”, sebut Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., kepada IPMNEWS.CO.ID Rabu [09/11/2022].
“Atas nama Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Lokal yang diketuai oleh Ika Nainggolan, Direktur TB Silalahi Center, yang menangani dan mendahulukan semua biaya mulai hari pertama hingga hari terakhir pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba. Tanggung jawab yang luar biasa ini menandakan karakter komitmen dan tanggung jawab yang memperlihatkan integritas (konsistensi ucapan dan tindakan] sejak menerima sebagai Ketua Panitia Lokal. Teman-teman panitia mengatakan bahwa kami tidak salah memilih. Semua ini dapat dilakukan berkat dukungan dari pembina TB Silalahi Center dan untuk itu kami mengucapkan terima kasih disertai harapan dan doa semoga Bapak TB Silalahi semakin sehat dan panjang umur”, ujar Robert Sibarani.
Lebih lanjut dia mengatakan, “Keberadaan TB Silalahi Center di Balige sebagai lokasi pelaksanaan kongres membuat Panitia Lokal selalu berkoordinasi dengan Kabupaten Toba terutama bantuannya pada pelaksanaan wisata setengah hari pada hari ketiga ke Toba Caldera Resort. Pengawasan keamanan yang diberikan oleh Kepolisian Polres Toba dan kesiapsiagaan bidang kesehatan dari Dinas Kesehatan Toba menjamin keamanan dan kenyamanan selama penyelenggaraan kongres. Untuk semua itu, dari lubuk hati yang paling dalam, kami juga mengucapkan terima kasih”.

Semangat dan motivasi menyelenggarakan kongres selama tiga hari penuh muncul dengan arahan yang secara jelas, inspiratif, dan penuh harapan mengenai luaran Kongres I Kebudayaan Batak Toba datang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI yang menyatakan bahwa akan berkontribusi membantu luaran kongres ini dalam waktu paling lambat satu tahun sejak pelaksanaan kongres. “Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Luhut Binsar Pandjaitan yang menyempatkan diri untuk memberikan sumbutan, arahan, dan sekaligus pembukaan kongres di tengah-tengah kesibukannya yang luar biasa. Semoga Bapak LBP, demikian sapaan akrab beliau, panjang umur, sehat selalu, dan terus berkontribusi untuk bangso Batak dan bangsa Indonesia”, sambung Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba.
“Kami sangat bangga dan salut kepada para pembicara, penanggap, moderator, notulen, dan perumus baik dari dalam maupun dari luar negeri yang bersedia berkontribusi untuk mengisi panel diskusi dan tayang bincang pada Kongres I Kebudayaan Batak Toba tanpa mengharapkan honor, transportasi, dan akomodasi dari panitia meskipun sebagian besar mereka datang dari luar lokasi penyelenggaraan kongres. Izinkahlah kami mengucapkan terima kasih kepada Karl Mertes dari Persahabatan Indonesia-Jerman, Dr. Dahlena Sari Marbun, M.Ed. dari UISU, Pdt. Dr. Hulman Sinaga, M.Th. dari STT HKBP Siantar, Ir. Monang Naipospos dari Parmalim, H. Imran Napitupulu dari Punguan Batak Muslim Toba, Timothy Sabar Pasaribu, S.Th. dari Gereja Pentakosta Tabernakel, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian dari IAKN Tarutung, Prof. Dr.Uli Kozok, MA dari Universitas Hawai’i Monoa, Drs. Manguji Nababan dari Pusat Pengkajian Kebudayaan Batak UHN Medan, Harapan Sibarani, S.S. dari Pemkab Humbang Hasundutan, Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum dari Universitas Sumatera Utara, Lambok F. Sihombing dari Pemuda Batak Bersatu (Ketum PBB) Jakarta, Daniel Limbong dari BEM IT Del, Alma Naibaho, SE, M.M. dari Alma Naibaho Fashion Jakarta, Dr. Ir.Erika Pardede dari UHN Medan, Tiomora Sitanggang, ST, M.M. dari Batak Center Jakarta, Ir. Sukirman dari Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Medan sekitarnya, Dr. Berman Hutahaean, M.Pd. dari Universitas Katolik St. Thomas Medan, Dr. Tomson Sibarani, M.Hum. dari Balai Bahasa Medan, Dr. Oktobertua Aritonang, M.Pd. dari IAKN Tarutung, Dr. Tuntun Sinaga, M.Hum. dari Universitas Lampung, Dr. Charles Butar-Butar, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Roberta Zollo, MA dari Universitas Hamburg Jerman, Dr. Guiseppina Monaco dari UNO Italy, Dr. Pardomuan Simanullang, M.Pd dari IAKN Tarutung, Dr. Charles David Marudur Silalahi, S.Pd, M.Hum dari Universitas Methodist Indonesia Medan, dan Drs. Flansius Tampubolon, M.Hum. dari Universitas Sumatera Utara. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim peneliti dan penyusun draft Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, dan Tata Bahasa Batak Toba sehingga draft itu dapat menjadi materi yang disajikan dan ditanggapi pada kongres tersebut. Terima kasih yang sama juga kami ucapkan kepada tim inventarisasi benda-benda budaya di luar negeri untuk bahan pembuatan Film Dokumenter Benda-Benda Budaya sebagai Warisan Leluhur. Walaupun pembicara dari Luar Negeri dilaksanakan melalui daring, penyajian mereka cukup jelas dengan ketersediaan videotron/LC di lokasi kongres. Bapak dan Ibu semualah yang mengisi substansi Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang akan dikenang sepanjang masa”, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S.
Diskusi panel dan tayang bincang yang berkaitan dengan empat topik Kongres I Kebudayaan Batak Toba diselang-selingi berbagai atraksi dan penampilan hiburan sehingga dapat mengusir rasa bosan dari peserta kongres mulai dari pembukaan hingga penutupan kongres. Panitia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Sanggar Seni Mata Guru Roha Sisean dari Silangit, Musikalisasi Puisi dari Prodi Sastra Batak FIB USU, Atraksi Sihali Aek dari Desa Tipang, Sarimpang Art dari IAKN Tarutung, Tim Kolaborasi Seni-Budaya dari Disbudparsu, Sanggar Seni Bolang, Atraksi Marmonsak dari Desa Nagasaribu, dan Pantun Nusantara dari Medan, Penyanyi Trio dari Disbudpar Kabupaten Toba, dan ALUSTAIDA (Alumni USU Pecinta Budaya) atas sumbangan atraksi dan penampilan mereka sehingga membuat acara kongres bagaikan kombinasi pembahasan kebudayaan yang serius dengan hiburan seni budaya yang menyenangkan.
Sejak permulaan kongres terlihat suasana yang menyenangkan dengan penampilan dua orang pembawa acara (MC) dari mahasiswa IAKN Tarutung, diikuti dengan upacara nasional dengan Lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu O Tano Batak oleh semua peserta kongres. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan O Tano Batak dipimpin langsung oleh Dra. Martha Nainggolan yang diiringi pianis Melina Sibarani, M.Pd dari Jakarta. Setelah melaksanakan Hening Cipta oleh Bupati Toba Ir. Poltak Sitorus, M.Sc, dilanjutkan dengan doa dari Paraeses HKBP Distrik Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan, S.Th. Untuk itu, panitia mengucapkan terima kasih.
Selama tiga hari pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba diselenggarakan juga berbagai pameran di sekitar lokasi kongres di TB Silalahi Center sehingga membuat kongres tersebut menjadi lebih meriah. “Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Phil. Ichwan Azhari dari Rumah Sejarah Medan dengan pameran “Satu Abad Pers Batak”, Rudi Oei dari Mawar Gallery dengan pameran “Benda Pusaka Batak”, Rahmat Hadi Harahap, SE, Kepala Museum Provinsi Sumatera Utara dengan pameran “Naskah Batak”, Dra. Debbie Riauni Panjaitan, Ketua Koperasi Marsirimpa Geopark yang dengan pameran “UMKM Produk Lokal”, Pasu Dame Pardede, Ketua Kelompok Sekka Craft dengan pameran “UMKM Produk Lokal”, Ribka Siagian, Ketua Kelompok Inna Craft dengan pameran “UMKM Produk Lokal”, Dinar Silaen, Direktur Bumdes Silaen dengan pameran “UMKM Produk Lokal”, dan Dwi Endah Purwanti, SS, M.Si., Plt Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara dengan kegiatan Story Telling dengan peserta anak-anak sekolah dari Kabupaten Toba dan Mobil Perpustakaan Keliling. Pameran dan kegiatan yang dilakukan selama tiga hari di luar convention hall ‘ruang kongres’ di sekitar lokasi TB Silalahi Center membuat suasana kongres menjadi ramai dan meriah dengan kehadiran para siswa dan masyarakat luas untuk mengunjungi pameran, membeli produk lokal, dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di sekitar pelaksanaan kongres sehingga Kongres I Kebudayaan Batak Toba dapat berperan sebagai MICE [Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions]”, demikian diungkapkan Ika Nainggolan sebagai Ketua Panitia Lokal.
Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba selama tiga hari penuh di TB Silalahi Center memerlukan biaya yang dibantu oleh beberapa pihak dengan mengirimkannya ke rekening bendahara panitia dan rekening Ketua Panitian Lokal. “Dari lubuk hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang diberikan pada pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tanggal 20-22 Oktober 2022 kepada yang terhormat (1) Drs. Nikson Nababan, M.Si, Bupati Tapanuli Utara atas sumbangan dana sebesar Rp 50 juta, (2) Pimpinan PT INALUM atas sumbangan dana sebesar Rp 50 juta, (3) Pimpinan BPODT atas sumbangan dana sebesar Rp 50 juta sebelum dipotong pajak, (4) Pimpinan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh atas sumbangan sebesar Rp 5 juta, (5) Ir. Sintong Tampubolon, Ketua Umum Batak Center atas sumbangan dana sebesar Rp 5 juta, Dr. Naslindo Sirait, SE sebesar Rp 2 juta, dan peserta yang berkontribusi membayar melalui google form ada 5 orang, yakni (1) Samsir Simanjuntak, (2) Arwin Harahap, (3) Dra. Risma HB Napitupulu. M.Pd, (4) Kurniaty Marta Linda Sirait, S.Pd, M.Si, dan (5) Roy Siagian yang berkontribusi masing-masing Rp 250 ribu. Itulah semua bantuan dana yang diterima melalui rekening bendahara kongres dan rekening Panitia Lokal Yayasan TB Silalahi Center, yang laporan pengeluarannya sedang dihitung dan dilaporkan kemudian. Tanpa bantuan dana yang Bapak dan Ibu berikan, pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tersebut tidak dapat terlaksana karena dana itulah yang dipergunakan untuk pelaksanaan kongres selama tiga hari penuh mulai tanggal 20 Oktober hingga tanggal 22 Oktober 2022. Namun demikian, jika ada di antara Bapak dan Ibu yang mengirimkan sumbangan dana ke rekening bendahara atau rekening ketua Panitia Lokal, tetapi belum kami sebutkan di atas, boleh mengonfirmasi kepada panitia untuk dicek dan diperbaiki”, demikian disampaikan Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba Prof. Dr. Robert Sibarani, MS.
Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba mengucapkan terima kasih atas dukungan moral yang luar biasa dengan mengirimkan video taping dari diaspora global seperti Parsadaan Bangso Batak [PBB] di New York Amerika Serikat melalui Ibu Pelita Napitupulu, Batak Diaspora Network Global [BDNG] Perancis melalui Ibu Yetty Aritonang, Ikatan Masyarakat Batak California [IMABAC] dari Amerika Serikat melalui Pak Jaurat Sianturi, Bonapasogit Sydney Australia melalui Ibu Tiur Munthe, IDN-Global Ethnic Batak Oman Mid-Est melalui Bapak Haposan Situmorang, Representatif Batak di Russia melalui Bapak Raymond Sihombing, Komunitas Batak Bonapasogit United Kingdom melalui Bapak Herberth Sinaga, dan Universitas Tohoku Jepang melalui Prof. Dr.Tosiakhi Kimura. Terima kasih juga disampaikan kepada lembaga-lembaga, seluruh anggota panitia, semua peserta kongres, dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas segala dukungan yang diberikan sehingga Kongres I Kebudayaan Batak Toba tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Akhirnya, seluruh panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba memohon maaf atas kekurangan, kekhilafan, dan kelemahan kami dalam melaksanakan Kongres I Kebudayaan Batak Toba pada tanggal 20-22 Oktober yang lalu dan sampai jumpa pada Kongres II Kebudayaan Batak Toba dua atau tiga tahun mendatang dengan objek atau topik kebudayaan Batak Toba yang lain. Horas….Horas….Horas. [RED 01]









