IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Pengukuhan Kepengurusan Batak Center Dewan Pimpinan Wilayah [DPW] Sumatera Utara [Sumut] sangat penting peranannya dalam rangka mempersatukan semua potensi, baik dalam menciptakan kedamaian maupun dalam meningkatkan kesejahteraan semua orang Batak dan seluruh pemangku kepentingan untuk pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Prioritas pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara dari kaca mata Batak Center, baik dari latar belakang Karo, Pakpak, Toba, Angkola-Mandailing maupun Simalungun.
Lebih lanjut, Batak Center DPW Sumut memiliki 16 bidang dalam kepengurusannya, yakni Penelitian dan Pengembangan; Teknologi, Informasi, dan Inovasi; Kesenian; Adat-Istiadat dan Hubungan Kerja Sama Antarpuak; Revitalisasi-Pelestarian Budaya, Kearifan Lokal, dan Pendidikan Karakter; Pariwisata dan Geopark Kaldera Toba; Bahasa, Aksara, dan Literasi; Lingkungan Hidup dan Ekosistem; Peningkatan Ekonomi Rakyat dan Industri Kreatif; Hukum, Hak Asasi Manusia, dan HAKI; Usaha dan UMKM; Pendidikan; Pengembangan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan; Kesehatan Masyarakat; Pemuda dan Kesetaraan Gender; dan Data, Dokumentasi, dan Publikasi yang semuanya diarahkan untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat Batak khususnya dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya. “Motto sebagai semboyan penyemangat adalah membangun bangsa Indonesia dari Batak di Sumatera Utara”, demikian disampaikan Ketua Batak Center DPW Sumut Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., kepada IPMINEWS.CO.ID Minggu [20/11/2022].

Pada kesempatan yang lain, salah satu penasihat Batak Center, Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, M.S., Ph.D., mengatakan Indonesia adalah negara heterogen yang terdiri atas berbagai suku, beragam bahasa, dan beraneka budaya. “Kita bersyukur bahwa para pendahulu kita menyadarinya dan mengikat kita dengan Bhinneka Tunggal Ika sehingga keragaman ini menjadi potensi dan kekuatan bagi kita untuk membangun bangsa ini”.
Selanjutnya dia mengatakan, “Ini harus kita jaga sehingga masing-masing kita harus mempertahankan, melestarikan, dan menjaga suku, etnik, bahasa, dan budaya yang kita miliki”.
“Begitu juga dengan suku Batak, bangso Batak. Halak hita lah yang paling berkepentingan untuk menjaga dan melestarikan, sekaligus memanfaatkan keberadaannya untuk kepentingan orang Batak sendiri dan untuk kepentingan daerah, sekaligus untuk kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] dalam berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya”, demikian disampaikan oleh Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, M.S., Ph.D.
Harapan yang senada juga disampaikan oleh Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., “Sebagai penasihat, saya mengajak kita seluruh pengurus Batak Center Sumut yang hampir semuanya kaum intelektual untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa Batak dan bangsa Indonesia dengan kemampuan yang kita miliki masing-masing”.
“Sudah saatnya kita berkontribusi untuk memajukan masyarakat Batak, khususnya di semua puak dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya. Dengan bergandengan tangan dan saling mendukung, kita pasti lebih cepat maju dengan bersama-sama merealisasikan hasil pikiran intelektual dalam bentuk tindakan yang berguna”, harapnya. [RED 01]









