Beranda Humaniora Chaplin “Pendeta Chapel” USU Bersuara Renovasi dan Revitalisasi Chapel USU Dinilai Mendesak...

Chaplin “Pendeta Chapel” USU Bersuara Renovasi dan Revitalisasi Chapel USU Dinilai Mendesak demi Pembinaan Warga Kristen Kampus

3
0

IPMINEWS.CO.ID
KOTA MEDAN | Keberadaan Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menjadi perhatian sejumlah dosen Chaplin “Pdt. Chapel” USU dan dosen Agama Kristen di lingkungan USU. Mereka menegaskan bahwa Chapel USU harus dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai sarana pembinaan iman warga Kristen kampus termasuk mahasiswa Kristen, bukan sebagai gereja ataupun persekutuan jemaat mandiri yang memiliki jemaat tetap.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Pdt. Prof. Risnawaty Sinulingga, M.Th. sebagai Chaplin Senior USU dan Pdt. Dr. Ance Marintan D. Sitohang, SP., M.Div., M.Th. sebagai Chaplin Junior USU, ASN yang digaji pemerintah, yang salah satu tugasnya adalah untuk pembinaan kerohanian sivitas akademika terutama mahasiswa USU yang beragama Kristen. Kedua chaplin “pendeta chapel” ini menilai revitalisasi dan renovasi Chapel USU merupakan kebutuhan mendesak demi menunjang pembinaan kerohanian mahasiswa serta sivitas akademika Kristen di lingkungan kampus.

Menurut mereka, Chapel USU merupakan fasilitas pembinaan kerohanian yang berada di bawah otoritas Rektor USU melalui Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU. Karena itu, Chapel bukanlah gereja independen, melainkan sarana pembinaan iman bagi mahasiswa, dosen, pegawai, serta masyarakat Kristen yang berada di sekitar kawasan kampus.

“Chapel tetaplah chapel, bukan gereja maupun persekutuan jemaat mandiri yang punya jemaat tetap. Fungsi utama Chapel adalah pembinaan warga iman Kristen kampus, yakni mahasiswa, dosen, pegawai, dan keluarga besar Kristen USU,” ujar Pdt. Prof. Risnawaty Sinulingga, M.Th.

Dia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi berbagai penyimpangan pemahaman mengenai status dan fungsi Chapel USU. Menurutnya, sebagian pihak mulai menyamakan Chapel dengan gereja, padahal secara kelembagaan Chapel USU merupakan fasilitas pembinaan milik universitas yang diperuntukkan bagi pelayanan kerohanian kampus.

Sementara itu, Pdt. Dr. Ance Marintan D. Sitohang, SP., M.Div., M.Th. menyesalkan munculnya pemberitaan yang menggiring opini seolah-olah renovasi Chapel berkaitan dengan penghambatan ibadah umat Kristen. Dia menegaskan bahwa USU tidak pernah melarang ataupun menghentikan aktivitas ibadah Kristen yang selama ini berjalan di kawasan kampus. Orang-orang yang memutarbalikkan fakta, mengutraakan fitnah, dan menyebarluaskan isu provokatif yang berbau SARA semoga secepatnya bertobat.

Menurutnya, renovasi Chapel merupakan program yang telah direncanakan dan mendapat persetujuan resmi dari pihak universitas berdasarkan permohonan PIWK USU. Selama proses renovasi berlangsung, kegiatan ibadah tetap dapat difasilitasi di lokasi alternatif di lingkungan kampus, seperti pendopo maupun gedung lainnya.

Selain itu, masyarakat Kristen yang berasal dari berbagai denominasi gereja juga tetap dapat melaksanakan ibadah di gereja masing-masing tanpa hambatan. Ia menambahkan bahwa penutupan sementara Chapel USU untuk renovasi sebelumnya juga pernah dilakukan pada tahun 2015 tanpa menimbulkan polemik.

“Penutupan sementara Chapel dalam rangka renovasi juga pernah dilakukan pada saat renovasi tahun 2015 dan pada waktu itu tidak menimbulkan polemik seperti sekarang,” ujarnya.

Lebih jauh, kedua dosen tersebut menjelaskan bahwa kebutuhan revitalisasi Chapel semakin mendesak karena aktivitas mahasiswa Kristen USU terus berkembang dari tahun ke tahun. Banyak mahasiswa membutuhkan ruang ibadah pada hari Jumat ketika fakultas tidak memiliki ruangan yang memadai. Selain itu, Chapel juga dibutuhkan untuk berbagai kegiatan pembinaan iman dan karakter mahasiswa.

Kegiatan seperti persekutuan doa, pemahaman Alkitab, pembinaan karakter, hingga kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa Kristen rutin dilaksanakan dan melibatkan ratusan peserta. Bahkan sejumlah fakultas, termasuk Fakultas Vokasi, disebut aktif bekerja sama dengan UKM KMK USU dalam melaksanakan pembinaan karakter mahasiswa.

“Tahun lalu kegiatan pembinaan karakter dilaksanakan di Chapel dengan peserta dan pendamping sekitar 500 orang. Namun kondisi gedung dan fasilitas sangat terbatas. Jika rencana renovasi diwujudkan menjadi 2 tingkat, 1 untuk ibadah dan 1 untuk UKM kegiatan. USU sekarang memiliki lebih dari 9000 orang mahasiswa Kristen” jelas mereka.

Karena itu, revitalisasi Chapel USU dinilai penting agar fungsi pembinaan kerohanian warga Kristen kampus dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan universitas. Mereka berharap renovasi tersebut dapat segera terealisasi demi mendukung pembentukan karakter dan pembinaan iman generasi muda Kristen di lingkungan USU. [RED 01]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here