IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Masyarakat Desa Tipang hingga sekarang masih mempraktikkan tradisi budaya siklus mata pencaharian (livelihood cycle) dan upacara siklus daur hidup (life cycle). Tradisi budaya siklus mata pencaharian pada umumnya dimulai dengan berbagai tahapan pada masa menanam, masa merawat, dan masa memanen hasil pertanian sawah. Tradisi budaya siklus kehidupan dimulai dari berbagai tahapan pada masa kelahiran, masa pernikahan, dan masa kematian. Semua tahapan baik dalam siklus mata pencaharian maupun dalam siklus daur hidup sangat menarik di Desa Tipang dan hampir semua itu ada pada masyarakat Batak Toba di Kawasan Danau Toba.
Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai kegiatan Desa Binaan, ada satu tradisi budaya yang hanya ada di Desa Tipang dan ritualnya biasanya dilaksanakan pada bulan Oktober setiap tahun meskipun sekarang ini ada perubahan waktu pelaksanaan karena perubahan musim tanam. Tradisi budaya itu disebut dengan Ulaon Sihali Aek ‘acara pekerja irigasi’. Tradisi budaya yang berkenaan dengan irigasi ini dillaksanakan setiap tahun pada masa usia “padi bunting” untuk mempersiapkan perbaikan irigasi dengan menyemangati pekerja irigasi yang berjumlah 62 orang per irigasi, yang masing-masing untuk Aek Toba ‘Irigasi Toba’ dan Aek Dolok ‘Irigasi Dolok’. Sebagai tradisi budaya, performasnsi Ulaon Sihali Aek hanya dapat dilakukan pada sekitar bulan Oktober di tempat yang telah ditentukan dan oleh para pekerja irigasi yang diatur oleh kelembangaan tradisional Sihali Aek.
Melalui konsep transformasi budaya, kreativitas budaya dapat diciptakan atau tercipta melalui tradisi budaya untuk tujuan pelestarian budaya. Penciptaan atraksi budaya Sihali Aek dapat dimanfaatkan untuk agenda pariwisata untuk Desa Wisata Tipang. Terciptanya atraksi budaya Sihali Aek tidak akan menghilangkan tradisi budaya Sihali Aek. Tradisi budaya Sihali Aek secara simultan dapat berjalan dengan atraksi budaya Sihali Aek dengan fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Tradisi budaya Sihali Aek dengan ritualnya itu berfungsi sebagai semangat dan motivasi memperbaiki irigasi dengan mempertahankan pengelolaannya secara baku, alamiah, kontekstual, dan tradisional oleh orang-orang tertentu untuk memberhasilkan pertanian demi meningkatkan hasil pertanian berkat lancarnya irigasi, sedangkan atraksi budaya Sihali Aek dengan atraksinya berfungsi sebagai daya tarik wisatawan ke Desa Tipang kawasan Danau Toba dengan penampilannya yang fleksibel, artifisial, nonkontektual, dan modern, demikian dirumuskan oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., sebagai Ketua Desa Binaan Tipang dari Universitas Sumatera Utara.
Performansi tradisi budaya Sihali Aek yang diinovasikan dan dikreasikan menjadi atraksi budaya tersebut merupakan rangkaian tradisi yang tidak terpisahkan, yakni (1) panungkunan boni melalui batu siungkapungkapon “pemilihan bibit padi”, (2) mempersiapkan indahan siporhis “nasi paling enak seperti tumpeng” untuk (3) acara ritual manganhon indahan siporhis “makan nasi paling enak seperti tumpeng” agar bersemangat dan berkomitmen untuk (4) marsirimpa mangkali aek “bergotrong royong memperbaiki irigasi” sehingga hasil pertanian sawah bagus yang ditandai dengan (5) hasil kuliner yang terbuat dari padi seperti tipatipa dan sasagun.
Sebagai inovasi dan kreasi menjadi atraksi budaya dengan konsep kajian tradisi lisan, masing-masing atraksi itu dikemas dengan tortor ‘tarian’ dan gondang ‘gendang’ Batak Toba dengan ciri khas pakaian ulos “kain tradisional” Batak Toba. Penggunaan tortor, gondang, dan ulos membuat atraksi tersebut menjadi lebih menarik dan sekaligus juga berkontribusi merevitalisasi tortor, gondang, dan ulos dalam komunitas lokal.
Sebagai kreativitas budaya, pola trdisi budaya mendasari pola atraksi budaya. Hal itu berarti bahwa pola atraksi budaya mengikuti pola tradisi budaya. Empat tradisi budaya dalam rangkaian Tradisi Budaya Sihali Aek dapat dikreasikan menjadi lima rangkaian atraksi budaya. Tim Atraksi Budaya Tipang akan tampil beberapa hari lagi tepatnya pada hari pertama (20 Oktober) Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba di TB Silalahi Center, Balige, Kabupaaten Toba, demikian disampaikan Ketua Panita Kongres Kebudayaan, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., kepada IPMINEWS.CO.ID Sabtu, [15/10/2022].
Di akhir penjelasannya, Prof. Robert Sibarani menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan dukungan Kepala Desa Tipang Juanda Sihombing, Raja Bius Tipang, tokoh masyarakat setempat terutama Lembaga Tradisional Sihali Aek Desa Tipang, Kroegrafer Perri Sagala, S.Pd, M.Sn., para pemain yang sangat bersemangat, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) USU beserta Tim Desa Binaan Tipang, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan semua pihak yang turut mendukung karena tanpa bantuan mereka, Atraksi Budaya Tipang Sihali Aek ini tidak akan tercipta. Sebagai penghargaan, semua pihak yang disebutkan di atas diundang untuk menyaksikan performansi perdana Atraksi Budaya Sihali Aek Tipang tanggal 20 Oktober 2022 sekitar pukul 11.30 WIB mendatang di TB Silalahi Center, Balige. [RED 01]
