Beranda Penelitian Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian...

Journal of Toba Caldera: Jurnal Internasional yang Mempublikasi dan Mensosialisasi Hasil Penelitian Kawasan Danau Toba

117
0

IPMINEWS.CO.ID
PENELITIAN | Kaldera Toba telah resmi ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis tanggal 7 Juli 2020, yang tanggal akreditasinya berlaku 10-07-2020 hingga 09-07- 2024. Kaldera Toba merupakan bentukan letusan dahsyat gunung berapi sekitar 75.000 tahun lalu. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan rata-rata kedalaman 505 m, panjang 87 km, dan lebar 27 km. Danau ini berada pada ketinggian 904 m di atas permukaan laut.

Fokus penetapan geopark mencakup keberagaman geologis (geo-diversity), keberagaman hayati (bio-diversity), keberagaman budaya (culture-diversity). Pelestarian terhadap ketiga komponen itu menjadi fokus penting sehingga prinsip UNESCO terhadap Kaldera Toba mencakup pelestarian Kaldera Toba, edukasi bagi generasi mendatang, dan pengembangan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.

Ada 6 rekomendasi UNESCO untuk pengelolaan Kaldera Toba, yakni (1) pengembangan hubungan antarsesama warisan geologis, (2) pengembangan strategi metodologi dan kriteria untuk menjadi mitra akomodasi, catering, penyedia transportasi, dan produk lokal, (3) perkuat keterlibatan aktivitas jaringan Geopark Global dan jaringan Geopark Asia Pasifik, (4) pengembangan strategi pendidikan bekerja sama dengan UGG, (5) peningkatan pendidikan mitigasi kerusakan alam dan perubahan iklim di sekolah serta masyarakat setempat, dan (6) perkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat yang dilansir antaranews, Kamis (9/7/2020).

Geopark Kaldera Toba dikelompokkan menjadi 16 Geosite yang terdapat di tujuh kabupaten Kawasan Danau Toba, yang pada hakikatnya dapat dikembangkan menjadi lebih banyak lagi geosite sesuai dengan pengembangan masing-masing dari 16 geosite, yang diperkirakan menjadi 35 geosite. Pada semua geosite tersebut terdapat tradisi kultural yang mengandung kearifan lokal dan berkaitan dengan keunikan geologis dan hayati.

Sebagai rencana destinasi geoturisme tingkat dunia, geosite Kaldera Toba tersebut diorientasikan menjadi destinasi wisata untuk menambah destinasi wisata yang ada. Berkaitan dengan rekomendasi keenam UNESCO, yakni memperkuat keterlibatan UGG dalam penelitian, konservasi, serta promosi penduduk asli, budaya, dan bahasa setempat terutama di 16 geosite sebagai destinasi geoturisme dan dalam rangka menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata superpriotiras di Indonesia, masih banyak permasalahan yang perlu dicarikan soslusinya dengan penelitian yang terencana oleh para peneliti yang berkualitas dan bersertifikasi.

Hasil-hasil penelitian itu perlu disosialisasikan ke masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri melalui berbagai jurnal internasional, baik yang dikirim ke jurnal internasional di luar negeri maupun jurnal internasional di dalam negeri. Menyikapi hal itu dan sekaligus sebagai keseriusan merespon rekomendasi UNESCO, telah “didirikan” Journal of Toba Caldera, yang akan menyimpan, mensosialisasikan, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan Kawasan Danau Toba. Jurnal ini adalah jurnal internasional yang dikelola di dalam negeri dan mengharapkan para peneliti yang melakukan penelitian tentang Danau Toba mengirimkan artikelnya sesuai sistematika di jurnal internasional dan berbahasa Inggris, tentu dengan proses review yang ketat, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. sebagai Ketua Lembaga Penelitian USU ketika berbincang-bincang dengan IPMINEWS.CO.ID pada hari Rabu (13/10/2021) di sela-sela menghadiri undangan luring International Conference “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity” di TB Silalahi Center, Balige. Beliau juga sebagai Ketua Dewan Pakar Bidang Budaya pada waktu pengusulan Kaldera Toba ke UNESCO dan Ketua Dewan Pakar untuk semua bidang adalah Dr. RE Nainggolan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here