Beranda Penelitian Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik

Journal of Anthropolinguistics Terima Artikel Peminat dan Peneliti Bidang Antropolinguistik

174
0

IPMINEWS.CO.ID
PENELITIAN | Jurnal berbasis bidang ilmu sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengomunikasikan luaran penelitian yang dihasilkan dengan pendekatan bidang ilmu tersebut. Di satu sisi, hasil penelitian itu akan mengembangkan bidang ilmu tersebut, tetapi di sisi lain bidang ilmu itu akan diterapkan untuk penelitian pengembangan atau pemberdayaan masyarakat. Jurnal berbasis bidang ilmu menjadi wadah luaran penelitian dalam satu bidang ilmu dengan dibantuk oleh asosiasi bidang ilmu tersebut, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. ketika berbincang-bincang dengan IPMINEWS.CO.ID pada hari Rabu [29/09/2021].

Profesor Robert Sibarani lebih lanjut mengatakan bahwa Journal of Anthropolinguistics telah “didirikan” dengan dukungan para peminat bidang antropolinguistik baik mahasiswa pascasarjana, dosen maupun peneliti dari seluruh Indonesia. Antropolinguistik adalah bidang interdisiplin yang mempelajari bahasa dalam kerangka kerja antropologi, mempelajari kebudayaan dalam kerangka kerja linguistik, dan mempelajari bidang-bidang lain dalam kerangka kerja bersama linguistik dan antropologi. Jurnal internasional ini diharapkan dapat dikelola secara baik dengan dukungan pengiriman artikel dari peminat dan peneliti bidang antropolinguistik. Penerbitan jurnal ini juga didukung oleh Forum Antropolinguistik Indonesia (AAI), yang secara aktif mengadakan webinar tentang antropolinguistik. Makalah-makalah dalam seminar itu juga sebagian dimuat pada jurnal ini.

Jurnal ini, lanjutnya, mesti dikelola dan dikawal dengan baik sehingga mendapat pengakuan baik melalui akreditasi nasional seperti SINTA RISTEKDIKTI maupun pengakuan internasional Scopus, Thomson Reuters, dan lain-lain pengindeks internasional di kemudian hari. Di tengah perdebatan mengenai jurnal internasional seperti Scopus, kita harus mengakui, suka atau tidak suka, bahwa akademisi, peneliti, dan universitas membutuhkan Scopus untuk pemeringkatan baik pemeringkatan indeks maupun pemeringkatan universitas atau institusi. Perdebatan itu akan “berkurang” apabila jurnal kita dalam negeri diperbanyak yang terindeks Scopus.

Di sisi lain, lanjutnya, bidang ilmu sosial-budaya atau sosial-humaniora lebih banyak mengalami kendala daripada bidang ilmu sains-teknologi karena bidang ilmu sosial-humaniora lebih sulit masuk ke jurnal terindeks Scopus dan jumlah jurnal terindeks Scopus bidang sosial-humaniora sangat terbatas. Dua hal itu mengakibatkan akademisi atau peneliti bidang sosial-humaniora pada umumnya memiliki dokumen dan h-indeks Scopus lebih rendah daripada bidang sains-teknologi, bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

Pengelola Journal of anthropolinguistics yang dikelola dan diterbitkan IPMI Publisher ini membutuhkan artikel untuk kelancaran penerbitannya. Oleh karena itu, bantuan kolaborasi sebidang baik dalam negeri maupun luar negeri sangat penting untuk pengeloaan jurnal ini. Bantuan para kolega yang membaca berita ini sangat penting untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal ini dengan sistematika yang biasa ke jurnal internasional, demikian Profesor Robert Sibarani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here