Beranda Budaya Sosialisasi Kongres I Kebudayaan Batak Toba kepada Batak Diaspora Dunia: Dari Perancis,...

Sosialisasi Kongres I Kebudayaan Batak Toba kepada Batak Diaspora Dunia: Dari Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali dan Indonesia

20
0

IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 20-22 Oktober 2022. Sejumlah kegiatan dan persiapan telah dilakukan, khususnya tentang persiapan materi yang akan dibahas dan diputuskan dalam kongres tersebut. Kongres ini dilatarbelakangi telah terjadinya penurunan habatahon ”budaya Batak” sebagai identitas budaya dalam pergaulan dunia sekarang ini. Berdasarkan hal itu, diperlukan penetapan panduan atau pedoman mengenai kebudayaan untuk mengatasi perubahan-perubahan budaya yang terjadi akibat pengaruh interaksi global. Keluhan penurunan identitas budaya tersebut telah lama disampaikan dalam perbincangan mengenai kebudayaan Batak Toba.

Menyikapi hal itu, direncanakanlah pelaksanaan kongres yang berperan sebagai wadah mendiskusikan dan menetapkan panduan, pedoman atau kaidah untuk dijalankan di masa mendatang terutama untuk generasi muda Batak Toba di mana pun berada, baik di Kawasan Danau Toba sebagai bonapasogit ‘daerah asal’ orang Batak Toba maupun di diaspora nasional dan dunia sebagai parserahan ‘daerah rantau’. Dengan tema Kongres I Kebudayaan Batak Toba, yakni “Penguatan Identitas Budaya di Tengah-Tengah Interaksi Global”, diharapkan menghasilkan luaran yang dapat diwariskan kepada generasi muda mendatang sebagai modal untuk menghadapi tantangan masa depan, demikian disampaikan oleh Prof. Robert Sibarani sebagai Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Batak Toba mengawali sosialisasi Sabtu [8/10/2022].
Kekayaan dan keberagaman kebudayaan mengharuskan pelaksanaan beberapa kali kongres untuk bisa merumuskan kekayaan habatahon sebagai identitas budaya tersebut. Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini difokuskan pada empat topik, yakni (1) Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, (2) Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, (3) Tata Bahasa Batak Toba, dan (4) Film Dokumenter Peninggalan Budaya Batak Toba di Luar Negeri. Pelaksanaan semua topik itu sebenarnya telah mulai dikerjakan berdasarkan hasil penelitian, namun masukan-masukan sangat diperlukan dari peserta kongres sehingga keempat topik itu akan dapat dirampungkan dalam satu tahun setelah pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba untuk dapat didistribusikan sebagai pedoman penulisan aksara, ejaan, tata bahasa, dan benda-benda budaya Batak Toba.
Luaran kongres tersebut juga akan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk penulisan kurikulum dan buku ajar di tingkat SD, SMP, dan SMA mengenai bahasa dan aksara Batak Toba. Topik mengenai bahasa dan aksara ini dipilih pada kongres pertama karena bahasa memegang peranan penting dalam keberlansungan kebudayaan suatu bangsa. Banyak progam mengenai penguatan identitasi budaya yang diharapkan para perserta sosialisasi Kongres Kebudayaaan Batak Toba, yang dihadiri oleh peserta dari diaspora dunia baik Perancis, Oman, Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Itali maupun Indonesia  pada tanggal 08 Oktober lalu.
Setelah Ketua Panitia memaparkan latar belakang dan rencana pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba, berturut-turut pembicara lain, yakni Dirut Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) Jimmy Panjaitan mendukung pelaksanaan kongres dan mengharapkan agar kebudayaan Batak dapat berperan untuk dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba; Administrator Batak Diaspora Network Global dari Perancis Yetti Aritonang sangat mendukung untuk pelaksanaan kongres terutama dalam rangka melaksanakan kegiatan inventarisasi benda-benda budaya di Eropa dan negara lain; dan Vice-President IDN Ethnic Batak Haposan Situmorang dari Oman menyarankan agar dapat ditindaklanjuti untuk menyusun buka ajar untuk generasi muda baik di Kawasan Danau Toba maupun di Diaspora Batak Dunia. Sosialisasi ini dimoderatori oleh Tigor Tampubolon selaku sekretaris panitia dan Nelson Lumbantoruan selaku bendahara panitia yang memberikan waktu kepada Prof. Bostang Radjagukguk dari Australia menyampaikan pengalamannya membuat program revitalisasi keudayaan Batak, Matias Tamba dari Kanada Amerika Serikat mengharapkan agar bahasa Batak Toba dapat dimanfaatkan sebagai media mentransfer ilmu pengetahuan di berbagai disiplin ilmu, Roberta Zollo dari Jerman menyampaikan pengalamannya dalam melaksanakan berbagai kegiatan budaya bersama orang-orang Batak di dua organisasi Batak di Hamburg dan program penulisan disertasinya tentang parbuhitan dari pustaha Batak di University of Hamburg, Joshua Lietto dari California Amerika Serikat menyampaikan rencananya dalam 10 bulan ini meneliti bidang antropolinguistik untuk disertasi doktornya dengan topik “Strategi Kebudayaan dalam Pelesarian Bahasa Batak” di University of California  Riverside.
Masing-masing dari Indonesia juga turut menyampaikan pengalaman, dukungan, dan apresiasi pada pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini seperti Prof Gimbal Doloksaribu selaku Ketua Dewan Guru Besar Indonesia (PERGUBI), Alimin Ginting sebagai Ketua Dewan Pengawas Batak Center sekaligus sebagai mantan Ketua BP TCUGGp, Dr, Ronsen Pasaribu sebagai Ketua  Forum Bangso Batak Indonesia, Mian Simanjuntak sebagai Pelaku Pariwisata, Johannes Marbun sebagai pengurus Batak Center, Liasta Karokaro sebagai Ketua Forum Mahasiswa Batak alumni UGM di Jakarta, Chandra Siagian sebagai perancang media promosi dari IAKN, dan Jumri Nahampun sebagai Kepdes Sionom Hudon Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan, Humbahas yang telah berhasil memanfaatkan kontribusi diaspora terutama Pak Haposan Situmorang dari Oman membangun desanya dan mengharapkan perlunya “sentuhan” budaya untuk membangun desa budaya di Kawasan Danau Toba.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, dalam rangka mematangkan persiapan penyelenggaraan Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang akan dilaksanakan tanggal 20-22 Oktober 2022 telah dilakukan beberapa tahapan prakongres antara lain: Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik “Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba dan Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba” yang telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) pada tanggal 6 Agustus 2022, di Kampus IAKN Tarutung, Tapanuli Utara. Para peserta baik dari kalangan guru di 6 kabupaten (Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Tengah, dan Dairi) maupun pemerhati bahasa dan aksara Batak telah memberikan masukan-masukan pada pelaksanaan prakongres itu, bahkan ada yang memberikan masukan dan kritikan demi penyempurnaan setelah pelaksanaan prakongres tersebut. Peserta sangat antusias yang dihadiri oleh 400-an peserta.
Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik  “Penyusunan Tata Bahasa Batak Toba”  juga telah dilaksanakan dengan dukungan penuh Batak Center tanggal 26-27 September 2022 di Gedung Kemenparkraf, Jakarta. Agar lebih meriah dan mendapat respon yang lebih luas, bukan hanya tentang tata bahasa Batak Toba yang dibicarakan pada prakongres tersebut, melainkan juga mengenai bidang-bidang lain yang berkaitan dengan kebudayaan Batak Toba. Prakongres yang dilaksanakan di Jakarta juga dimeriahkan melalui pelaksanaan Bulan Kebudayaan Batak yang dimulai pada bulan Agustus 2022 yang lalu dengan berbagai perlombaan tentang kebudayaan dan pengumuman pemenang perlombaan disampaikan pada saat penutupan prakongres di malam hari, 27 September 2022.
Prakongres di Jakarta sangat meriah apalagi penutupan dihibur oleh para artis ibu kota.
Setelah pelaksanaan kongres pada tanggal 20-22 Oktober nanti, Post-Kongres Kebudayaan Batak Toba dengan topik Inventarisasi Benda-Benda Budaya Batak di Luar Negeri sebagai Transformasi Budaya dari Tradisi Budaya ke Kreativitas Budaya yang akan dilaksanakan di antara tanggal 24 November-08 Desember 2022 di Universitas Koeln, Jerman.
Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini juga mengharapkan masukan-masukan dan sekaligus menyampaikan kepada peserta agar dapat berkontribusi dalam merampungkan topik-topik kongres sekaligus menyampaikan kepada seluruh ahli dan pemerthati di mana pun berada untuk turut berpartisipasi menyusun Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, Pedoman Akara Batak Toba, dan Tata Bahasa Batak Toba sehingga bisa terbit secara lengkap satu tahun setelah pelaksanaan kongres, demikian juga film dokumenter benda-benda budaya Batak yang ada di Luar Negeri. Para peserta di ruangan (convention) nantinya diharapkan dapat memberikan masukan langsung mengenai topik-topik tersebut dan para pemerhati yang tidak bisa hadir akan diberikan isian dalam bentuk google form untuk disampaikan kepada panitia penyusunan dan publikasi. Khusus untuk publikasi tiga buku tersebut akan diminta kerja sama dengan Penerbit Balai Pustaka, yang telah dijajaki oleh Dr. Adin Bondara dari Perpustakaan RI Jakarta.
Berkaitan dengan keempat topik dalam kongres, akan dilakukan juga empat tayang bincang (talkshow), yakni (1)  tayang bincang para bupati yang masyarakatnya Batak Toba (Bupati Toba, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Samosir, Bupati Dairi, dan Bupati Tapanuli Tengah) untuk mendengarkan program-program mereka dalam mendukung keberlangsungan bahasa dan budaya di daerah masing-masing, (2) tayang bincang para pemuda Batak Toba untuk mendengar pandangan mereka mengenai masa depan bahasa dan budaya Batak Toba di “pundak” generasi muda, (3) tayang bincang tokoh lintas agama atau keumatan (HKBP, Katolik, Karismatik, Parmalim, dan Islam) untuk mendengar peran institusi keagamaan dalam mendukung bahasa dan budaya Batak Toba, dan (4) tayang bincang para ibu rumah tangga untuk mendengarkan pengalaman mereka sebagai lesson learned mengajar anak-anak mereka di kota atau di luar negeri berbahasa Batak Toba. Semua sesi dalam kongres akan diselingi dengan hiburan dari berbagai pertunjukan dari sanggar, peragaan busana, atraksi budaya seperti Sanggar IAKN Tarutung, Atraksi Budaya Sihali Aek Tipang,  dan Atraksi Parmonsak dari Nagasaribu serta para penyanyi handal dari Kawasan Danau Toba. Sementara itu, pameran UMKM dengan produk lokal juga akan dilaksanakan selama pelaksanaan kongres.
Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara ini didukung oleh Prosus INTEN Jawa Barat, BPODT, Bupati Taput, dan Bupati Toba. Bupati Toba telah menyanggupi melaksanakan tur wisata bagi peserta  yang direncanakan berjumlah 350 orang pada hari ketiga, tepatnya tanggal 22 Oktober. Bupati Tapanuli Utara akan menyampaikan sumbangannya sebesar Rp 50 juta untuk pelaknsaan kongres ini. Panitia mengucapkan terima kasih kepada donatur dan mengharapkan dukungan dari kabupaten lain, kemendikbud, dan lembaga lain yang terkait.
Kongres I Kebudayaan Batak Toba tersebut direncanakan akan dibuka dan diberi arahan oleh tokoh nasional yang berasal dari Batak Toba, yakni Menko Kemaritiman dan Investasi, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan. Panitia telah menyampaikan permohonan dan telah mendapat respon yang baik untuk dapat memberikan arahan dan pembukaan dengan penyesuaian pada agenda beliau yang sangat padat.
Di akhir sosialisasi Kongres Kebudayaan tersebut, Ketua Panitia Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang dilaksanakan kemarin, Prof. Dr. Robert Sibarani MS, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara, mengajak dan mengundang para pemerhati kebudayaan Batak Toba dan para diaspora Batak Toba di dalam maupun di luar negeri untuk hadir pada kongres tanggal 20-22 Oktober 22 ke Balige sekaligus menikmati keindahan Danau Toba dan produk-produk lokal di sekitar Danau Toba. [RED 01]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here