IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Setelah peresmian berlangsung meriah dan penuh makna pada tanggal 12-13 Juli 2024 di Tugu Raja Sibarani yang terletak di Desa Sibarani Nasampulu, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba maka Keluarga Besar Sibarani Sedunia menggelar acara Bona Taon sekaligus rapat pemilihan pengurus pada 5 Januari 2025. Tema yang diusung yaitu “Telah Ditebus oleh Yahweh Bangsa-Nya”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat iman, menjalin kebersamaan, dan melanjutkan pembangunan Tugu Raja Sibarani.
Pada kesempatan tersebut, kegiatan diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Benny Sinaga, yang menekankan pentingnya pondasi iman dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan pesan tentang hidup sederhana, bersyukur, dan membangun mental yang kuat. “Ibadah adalah fondasi utama untuk tetap memiliki semangat dan tekad yang kuat. Dengan kekuatan rohani, kita mampu menghadapi segala tantangan,” ujar Pendeta Benny.
Lebih lanjut, dia juga mengajak keluarga besar Sibarani untuk menjaga nilai-nilai kebaikan, mendukung pendidikan generasi muda, dan berkontribusi dalam pembangunan komunitas.

Sahat Sibarani, S.E., sebagai Ketua Panitia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pembangunan Tugu Raja Sibarani. Meskipun tugu telah diresmikan pada Juli 2024, proses pembangunan masih membutuhkan dana tambahan sebesar Rp 1,2 miliar untuk penyelesaian fasilitas seperti pagar, lapangan olahraga, dan kantin. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi semua pihak. Hingga saat ini, dana terkumpul telah mencapai Rp 600 juta lebih. Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk mencapai target Rp 1,2 miliar,” ungkap Sahat yang juga anggota DPRD Tapanuli.
Harapannya, selain pembangunan fisik, program pendidikan juga menjadi perhatian utama. “Beasiswa bagi generasi muda Sibarani, khususnya yang kurang mampu, tengah dirancang sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045”, harapnya.
Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., selaku penasihat, Tahan Sibarani, serta perwakilan keluarga besar Sibarani dari berbagai daerah seperti Papua, Kalimantan, Bandung, dan Jakarta. Dalam sambutannya, Robert menekankan pentingnya kebersamaan dan kesadaran kolektif untuk menyelesaikan pembangunan tugu serta mempersiapkan generasi muda menjadi individu yang unggul.
Lebih lanjut dia, menjelaskan, acara Syukuran Bona Taon bertujuan untuk bersyukur karena keturunan Sibarani dapat menyelesaikan Tugu Raja Sibarani di tahun 2024, padahal sudah digagas mulai tahun 1935. “Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dengan alokasi anggaran sekitar Rp 400 juta per tahap. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimis seluruh program ini dapat terwujud,” ujarnya.
“Bersyukur kepada Tuhan karena keturunan Sibarani diberikan Tuhan hasadaon ni roha “kesatuan hati” untuk marsirimpa “bergotong royong” menyumbangkan berkat-berkat yang telah diberikan Tuhan”, ujar Profesor Robert.
Perjalanan dari tahun 1935 hingga tahun 2024 mengandung kearifan lokal yang luar biasa seperti cepat ada yang dikejar, lambat ada yang ditunggu; keberhasilan membangun tugu mesti dilakukan dengan kesatuan hati marsirimpa “bergotong royong”; tekad yang kuat disertai dengan kerja keras dan keterpercayaan para pelaku untuk sampai pada tujuan; dan banyak lagi kearifan lokal yang menarik untuk diwariskan kepada generasi muda pada wisata leluhur di masa depan.

“Acara Bona Taon bertujuan untuk merencanakan pembangunan SDM Generasi Muda Sibarani agar bisa menjadi Generasi Emas 2045 yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini dan pembangunan kesejahteraan masyarakat Sibarani melalui pembangunan. Lokasi Tugu Raja Sibarani sebagai Destinasi Wisata di Kawasan Toba”, harap Robert.
Dalam rapat pemilihan pengurus, Tahan Sibarani (Op. Ketrin) terpilih sebagai ketua Sibarani Se-Dunia secara Defenitif. Diharapkan, di bawah kepemimpinannya, pembangunan tugu dan program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Acara ditutup dengan doa bersama, menciptakan harapan akan tahun baru yang penuh keberanian, kekuatan, dan berkat. Keluarga Besar Sibarani optimis menjaga nilai-nilai budaya dan mewujudkan cita-cita bersama untuk masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat kebersamaan, pembangunan Tugu Raja Sibarani dan program pendidikan diyakini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. [RED 01]




