Beranda Budaya Prakongres Kebudayaan Batak Toba Sukses: Kesepakatan Diambil oleh 300-an Peserta dari 4...

Prakongres Kebudayaan Batak Toba Sukses: Kesepakatan Diambil oleh 300-an Peserta dari 4 Kabupaten di Kawasan Danau Toba dan Dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara

10
0
IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Dalam rangka persiapan Kongres Kebudayaan Batak Toba pada tanggal 20-22 Oktober 2022 di TB Silalahi Center Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, panitia melaksanakan Prakongres Kebudayaan Batak Toba dengan sukses, dihadiri peserta melebihi undangan yang telah ditentukan dari beberapa Kabupaten yang berada di Kawasan Danau Toba, dilaksanakan di IAKN Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara pada tanggal 06 Agustus 2022 dengan tema: “Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba dan Panduan Penulisan Aksara Batak Toba”.

Kegiatan Prakongres tersebut dihadiri dan dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, M.Si, yang sangat mendukung pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba pada bulan Oktober mendatang, karena sangat penting untuk mengukuhkan identitas Batak Toba sebagai modal berbangsa dan bernegara. Sebagai bentuk dukungan untuk pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba tersebut, Bupati Tapanuli Utara memberikan dukungan material sebesar Rp 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta  Rupiah) untuk dipergunakan dalam melaksanakan dan menyukseskan Kongres Kebudayaan Batak Toba nantinya. Sementara itu, satu hari sebelumnya, Bupati Kabupaten Toba, Ir. Poltak Sitorus, M.Sc juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba  yang akan dilaksanakan di TB Silalahi Center, Balige, pada  bulan Oktober mendatang, Bupati Kabupaten Toba juga memberikan sumbangan berupa tour (perjalanan wisata) pada hari ketiga pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba dengan rute perjalanan TB Silalahi Center, Balige, ke Kaldera Sigapiton melalui kunjungan ke destinasi-destinasi wisata yang dilalui pada waktu pulang-pergi ke Kaldera Sigapiton.  Pada kesempatan yang lain, panitia berharap dukungan dari para Bupati di Kawasan Danau Toba terutama yang penduduknya ada komunitas Batak Toba.
Pada kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Drs. Rikardo Hutajulu, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, S.IP, M.SP, Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan diwakili oleh Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Torang Marudut Simanullang, S.S, M.M, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir diwakili oleh Kabid Dikdas, Martupa Siregar.
Ketua panitia, Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S, mengatakan bahwa pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba sangat perlu untuk merevitalisasi  (pewarisan) kebudayaan pada generasi mendatang dan untuk pelestarian (pemanfaatan) kebudayaan pada kedamaian dan kesejahteraan masyarakat. Kongres I Kebudayaan Batak Toba ini berfokus pada Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, Panduan Penulisan Aksara Batak Toba, Penyusunan dan Penetapan Tata Bahasa Batak Toba, dan Inventarisasi Benda-Benda Budaya Batak di Luar Negeri. Prakongres di Tarutung dengan tuan rumah IAKN membicarakan Penyusunan Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba dan Panduan Penulisan Aksara Batak Toba pada tanggal 06 Agustus 2022, Prakongres di Jakarta dengan tuan rumah Batak Center membicarakan Penyusunan dan Penetapan Tata Bahasa Batak Toba pada tanggal 27-28 September 2022, dan Prakongres di Jerman direncanakan membicarakan Inventarisasi Benda-Benda Budaya Batak di Luar Negeri pada tanggal 10 Oktober 2022. Rektor IAKN Tarutung, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si dalam sambutannya juga menyatakan bahwa mereka  sangat beruntung karena dipilih  menjadi tuan rumah pelaksanaan prakongres kebudayaan ini karena bersesuaian dengan program kerja IAKN sebagai institusi keagamaan yang berkaitan dengan kebudayaan. Demikian juga Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A, dalam sambutannya yang diwakilkan pada Ketua Program Studi Sastra Batak, Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum, mengatakan bahwa pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak Toba ini akan bermanfaat untuk bahan ajar bagi mahasiswa di program studi dan juga sebagai panduan untuk pengabdian masyarakat khususnya pada masyarakat Batak Toba di Kawasan Danau Toba.
Dengan antusiasnya para peserta Prakongres Kebudayaan Batak Toba sehingga menghasilkan kesepakatan mengenai pedoman ejaan bahasa Batak Toba dan Panduan Penulisan Aksara Batak Toba yang akan dibawa pada Kongres di bulan Oktober mendatang. Beberapa hasil Prakongres Kebudayaan Batak Toba di Tapanuli Utara mengenai ejaan bahasa Batak Toba di antaranya adalah: 1. Pemakaian huruf dalam bahasa Batak Toba disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia, 2. Penulisan kata dalam bahasa Batak Toba disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia, 3. Penggunaan tanda baca dalam bahasa Batak Toba sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia kecuali tanda hubung untuk kata ulang atau bentuk ulang karena tanda hubung untuk pengulangan tidak digunakan dalam bahasa Batak Toba, 4. Bahasa Batak Toba memiliki aturan asimilasi dalam bentuk penulisan dan dalam bentuk pengucapan secara berbeda. Misalnya, pembentukan kata /maN-/ + /huling/ ditulis /mangkuling/ dan dibaca /makkuling/. Kaidah asimilasi seperti itu perlu ditetapkan sebagai ciri khas bahasa Batak Toba, dan 5. Kaidah nasalisasi perlu ditetapkan dalam penulisan bahasa Batak Toba yang juga merupakan ciri khas bahasa tersebut. Sementara itu, hasil Prakongres mengenai pedoman aksara Batak Toba adalah:
Untuk memperkaya dan melengkapi hasil Prakongres Kebudayaan Batak Toba, google form akan dibuat yang terkait dengan pedoman ejaan bahasa Batak Toba dan panduan penulisan aksara Batak Toba untuk disebarkan kepada masyarakat sebagai persiapan untuk bahan kongres pada bulan Oktober.
Oleh karena masih kaya tema-tema budaya yang perlu direvitalisasi dan dilestarikan sebagai sumber pembentukan kepribadian generasi mendatang masyarakat Batak Toba, tema-tema budaya tersebut secara bertahap akan dimasukkan sebagai tema pada kongres-kongres kebudayaan berikutnya, demikian disampaikan Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S sebagai Ketua Kongres Kebudayaan Batak Toba.
Foto dari kiri–kanan :
Drs. Nelson Lumban Toruan, M.Hum (Mewakili BPODT); Prof. Dr. Robert Sibarani, MS  (Ketua Kongres Kebudayaan Batak Toba; Ketua Lembaga Penelitian USU); Drs. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Tapanuli Utara); Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si (Rektor IAKN Tarutung); Drs. Jekmen Sinulingga, M.Hum (Ketua Prodi Sastra Batak USU), Drs. Tigor Tampubolon (Sekretaris Kongres Kebudayaan Batak Toba); Drs. Manguji Nababan (Wakil Sekretaris Kongres Kebudayaan Batak Toba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here