Beranda Budaya Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Buka Kongres I Kebudayaan Batak Toba

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Buka Kongres I Kebudayaan Batak Toba

13
0

IPMINEWS.CO.ID
BUDAYA | Pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba mendapat arahan dan sambutan yang inspiratif dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi [Menko Marves] Republik Indonesia, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan agar berhasil guna dengan luaran yang konkret setelah pelaksanaan kongres ini. Lebih kongkretnya, Pak Menko mengharapkan agar hasil kongres ini dapat dicetak dan didistribusikan dalam waktu dekat agar dapat diwariskan kepada generasi muda mendatang. “Saya bersedia untuk membantu agar luaran kongres ini dapat terealisasi di waktu mendatang”, demikian disampaikan LBP sebagai panggilan akrab Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan melalui aplikasi zoom bahwa Kongres Kebudayaan Batak Toba ini sangat penting karena kita perlu menguatkan identitas budaya di tengah interaksi global yang harus kita hadapi sekarang ini dan di masa mendatang. “Kita tidak hanya hidup di tengah-tengah orang Batak lagi di sekitar Kawasan Danau Toba, tetapi telah berada pada interaksi masyarakat global baik di diaspora nasional maupun diaspora global di berbagai luar negeri. Luaran kongres yang akan menghasilkan tata bahasa Batak Toba, pedomaan ejaan bahasa Batak Toba, dan pedoman penulisan aksara Batak Toba sangat bermanfaat untuk penguatan identitas budaya termasuk berbahasa Batak Toba karena anak saya pun tidak bisa berbahasa Batak Toba, tapi saya ingin cucu saya dapat berbahasa Batak Toba. Itulah pentingnya pelaksanaan kongres ini”, demikian selanjutnya disampaikan Pak Menko.

Pantauan IPMINEWS.CO.ID pada acara tersebut, Kamis [20/10/2022], sebelum dan sesudah pembukaan kongres yang dilakukan oleh Menko Marives, sambutan dilakukan oleh Ketua Umum Kongres I Kebudayaan Batak Toba. “Tema kongres adalah Penguatan Identitas Kebudayaan di Tengah Interaksi Global dengan empat topik, yakni (1) Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, (2) Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, (3) Tata Bahasa Batak Toba, dan (4) Film Dokumenter Peninggalan Budaya Batak Toba di Luar Negeri. Pelaksanaan semua topik yang menjadi bahan kongres tersebut dikerjakan berdasarkan hasil penelitian, namun masukan-masukan sangat diperlukan dari peserta kongres sehingga keempat topik itu akan dapat dirampungkan dalam satu tahun setelah pelaksanaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba untuk dapat didistribusikan sebagai pedoman penulisan aksara, ejaan, tata bahasa, dan benda-benda budaya Batak Toba. Luaran kongres tersebut juga akan dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk penulisan kurikulum dan buku ajar di tingkat SD, SMP, dan SMA mengenai bahasa dan aksara Batak Toba. Topik bahasa dan aksara ini dipilih pada kongres pertama karena bahasa memegang peranan penting dalam keberlansungan kebudayaan suatu bangsa”, demikian diungkapkan oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, MS sebagai Ketua Umum Kongres I Kebudayaan Batak Toba.

Pembukaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba yang dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya, USU ini dimulai dengan upacara nasional dengan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dra. Martha Nainggolan dengan pianis Melina Sibarani, M.Pd dan diikuti dengan semua peserta menyanyikan lagu O Tano Batak secara merdu. Hadir juga memberikan kata sambutan Bupati Kabupaten Toba Ir. Poltak Sitorus, M.Sc, Ketua Batak Center Ir. Sintong Tampubolon, Pimpinan Prosus INTEN Drs. Tigor Tampubolon, Pimpinan PT INALUM Zainuddin Sidabutar Silalahi, dan Pimpinan BPODT Wahyu Dito Galih Indharto. Bersamaan dengan pembukaan oleh Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan, pemukulan taganing dilakukan oleh Bupati Tapanuli Utara, Ketua Umum Kongres, Ketua Batak Center, Pimpinan INALUM, dan Pimpinan BPODT.

Pembukaan kongres ini diselingi dengan tampilan berbagai atraksi budaya yang menarik di antaranya Atraksi Budaya Sihali Aek yang sangat memukau dari Desa Tipang berdasarkan ciptaan Tradisi Budaya Sihali Aek yang telah beratus tahun hidup di masyarakat Bius Tipang sebagai asal 7 marga keturunan Toga Simamora (Purba, Manalu, dan Debata Raja) dan keturunan Toga Sihombing (Silaban, Lumbantaruan, Nababan, dan Hutasoit). Tampil juga atraksi Seni-Budaya Disbudparsu dan penampilan marmonsak dari Sanggar Seni Mata Guru Roha Sisean sehingga suasana pembukaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba menjadi sangat menarik. Paduan kata sambutan dan penampilan atraksi memang dirancang agar pembukaan Kongres I Kebudayaan Batak Toba terasa menarik, demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Robert Sibarani. [RED 01]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here